Tempekedelai

Perajin Tempe Andalkan Kedelai Impor

Perajin Tempe Andalkan Kedelai Impor
Kedelai impor. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perajin tempe dan tahu di Gunungsulah, Bandar Lampung mengaku lebih berminat membeli kedelai impor asal Amerika dibandingkan kedelai lokal. 

Sebab, kedelai impor masih menjadi satu-satunya kedelai andalan yang biasa digunakan perajin di Indonesia untuk membuat tahu dan tempe. Namun, ketika harga kedelai impor naik menyebabkan seluruh perajin menjerit, bahkan tak sedikit yang gulung tikar.

Selama ini, para perajin lebih memilih menggunakan kedelai impor ketimbang kedelai lokal karena selain banyak dijumpai di pasaran. Kualitas kedelai impor pun lebih baik untuk diolah menjadi tahu dan tempe.

Ia juga mengatakan, dalam satu kilogram kedelai impor produksi yang bisa dihasilkan lebih banyak 25 persen dibandingkan dengan kedelai lokal. Selain itu juga hasil yang dikeluarkan kedelai impor lebih bersih. 

Selain itu harga kedelai lokal jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga kedelai impor. "Selisih harga saja bisa sampai Rp2 ribu per kg. Jadi kami para perajin lebih milih yang impor karena murah tapi sebelum harga melambung," ujarnya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait