#beritalampung#beritabandarlampung#kedelai#ekbis

Perajin Tahu Bandar Lampung Minta Nilai Subsidi Kedelai Ditambah

Perajin Tahu Bandar Lampung Minta Nilai Subsidi Kedelai Ditambah
Usaha tahu Sujadi di Jalan Pajajaran, Gang Sari Deli 2, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Wayhalim. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co): Perajin tahu di Kota Bandar Lampung meminta Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan untuk memberikan lebih banyak subsidi kedelai kepada para perajin tahu. 

Sebelumnya Mendag Zulkifli Hasan mengklaim dikarenakan harga kedelai yang melejit tinggi, pemerintah sudah memberi subsidi kedelai sebesar Rp1.000 per kilo.

Namun, menurut Sujadi (56), perajin tahu di Jalan Pajajaran, Gang Sari Deli 2, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, mengaku harga kedelai Rp12.500 per kilo itu dinilai masih tinggi. Karena harga normal kedelai biasanya Rp7--8 ribu per kilo.

Menurutnya subsidi kedelai Rp1.000 per kilo dinilai tidak membantu. "Kalau bisa subsidi kedelai ditambah," katanya, Jumat, 14 Oktober 2022. 

Baca juga:  Kementan Evaluasi Usulan Petani Singkong Dapat Pupuk Subsidi

Ia menambahkan jika harga kedelai sudah naik semenjak empat bulan yang lalu, atau tepatnya pada Juni 2022.

Akibat harga kedelai naik, untuk mengurangi modal dia mengurangi bahan pokok kedelai dan mengurangi jumlah produksi tahu."Ini juga jualan tahu masih sepi," ujarnya.

Ia mengatakan jika kedelai yang ia gunakan ada kedelai jenis GMO atau kedelai transgenik. "Kalau nyari kedelai nggak susah sih, banyak pasti ada aja yang ngirim," jelasnya.

Ia menambahkan jika subsidi kedelai yang diterimanya pun tersendat-sendat. "Bulan kemarin macet, bulan ini baru turun lagi," ujarnya. 

Terakhir kebutuhan usaha tahunya sendiri ia membutuhkan setidaknya 0,5-1 kuintal kedelai yang sudah dapat subsidi untuk menjalankan produksinya. 

"Tadi saya ngambil (subsidi) satu ton hari ini. Kalau ada, kalau nggak ada ya nggak ambil," pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait