Hanyutpemancing

Perahu Bocor, 1 Pemancing Tewas Tergulung Ombak

Perahu Bocor, 1 Pemancing Tewas Tergulung Ombak
Jenazah korban tenggelam Azis (27) saat dievakuasi ke rumah duka di Dusun Umbul Mantri, Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Kamis sore, 7 Januari 2021. Dok warga


Kalianda (Lampost.co) -- Perahu ketinting itu masih sandar di Pesisir Timur Pantai Alami, Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan berderet dengan perahu- perahu lainnya, Jumat, 8 Januari 2021.

Perahu mungil dengan mesin tempel itu menjadi penyebab tewasnya, Azis (27), warga Dusun Umbul Mantri, Desa Ruguk Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan saat hendak memancing ikan bersama empat rekannya pada Kamis sore, 7 Januari 2021. Sedangkan empat lainnya Junaidi (32), Dedi Irawan (30), Herman (40) dan Andi (25) selamat. 

Salah satu kerabat korban, Muksin (46) menceritakan sekitar pukul 13.00, kelima orang tersebut akan mancing ikan di perairan alami Desa Ruguk. Namun, berlayar sekitar 50-100 meter dari pesisir pantai, gelombang besar secara bergantian menghantam perahu ketinting yang ditumpangi lima orang itu. Kerasnya benturan ombak pun memicu kebocoran disekitar bekas menara pantau. 

"Tiga orang menunggu di bekas menara pantau, sedangkan Andi dan Junaidi kembali ke pinggir untuk menambal perahu bocor," kata Muksin didamping korban selamat Andi kepada lampost.co, Jumat 8 Januari 2021.

Dua jam tak kunjung datang, ketiga orang itu yakni Aziz, Herman dan Dedi Irawan berinisiatif untuk berenang membelah gempuran ombak besar menuju lokasi perahu yang sedang ditambal di pesisir pantai alami. Nahas, saat ketiganya mulai berenang, Azis diduga kurang mahir sehingga terseret arus dan tenggelam.

"Sedangkan Herman dan Dedi selamat hingga ke lokasi perahu yang sedang ditambal Andi dan Junaidi," beber Muksin.

Melihat Azis tak muncul dipermukaan air laut, keempat rekannya pun panik. Mereka selanjutnya melaporkan musibah tersebut kepada Kepala Desa Ruguk, Saiful. "Azis ditemukan 500 meter dari bekas menara pantau," ucap Andi lirih.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait