#beritalampung#beritalamtim#korupsi

Penyidik Dalami Indikasi Kerugian Negara pada Proyek Bendungan Margatiga

Penyidik Dalami Indikasi Kerugian Negara pada Proyek Bendungan Margatiga
Kasat Reskrim Polres Lampung Timur IPTU Johannes Erwin Parlindungan Sihombing, saat diwawancarai diruangannya, Jumat 16 September 2022. Lampost.co/Arman Suhada


Sukadana (Lampost.co): Polisi mulai mendalami indikasi kerugian negara atas ganti rugi lahan, tanam, dan tumbuh terdampak Bendungan Margatiga, Lampung Timur.

Kasat Reskrim Polres Lampung Timur Iptu Johannes Erwin Parlindungan Sihombing menjelaskan pihaknya telah membentuk tim untuk menelusuri kejanggalan ganti rugi lahan, tanam, dan tumbuh di Desa Trimulyo, Kecamatan Sekampung lebih dari 960 bidang tanah.

Penyidik memeriksa warga setempat baik penerima maupun yang belum menerima ganti rugi.

Baca juga: Pelajar Tersangka Tawuran Jalani Ujian di Tahanan

"Kami turunkan tim untuk klarifikasi kepada warga terdampak bendungan. Kami juga ingin tahu mekanismenya. Benarkah ada ganti rugi, apakah ada indikasi fiktifnya, dan potensi kerugian negara," kata Johannes Erwin, Jumat, 16 September 2022.

Dia juga membenarkan penangkapan tangan terhadap HR, oknum ASN Dinas Pertanian Lamtim, seorang perangkat desa serta lima warga Sekampung berikut uang Rp462 juta oleh anggota Satitelkam Polres Lamtim di Desa Sidorejo, Kecamatan Sekampungudik, pada Kamis 25 Agustus 2022.

"Setelah kasusnya dilimpahkan ke Satreskrim, kami pun melepaskan dua orang tersebut karena tidak ditemukan perbuatan melawan hukum. Sebab informasi awal diterima bahwa ada indikasi kasus pemerasan dan setelah ditelusuri tidak ditemukan unsur pemerasan," ujarnya.

"Sehingga dua orang tersebut menitipkan secara sukarela uang Rp462 juta kepada penyidik dalam rangka proses penyelidikan. Yang jelas kami minta dukungan semua pihak untuk menelusuri apakah ada indikasi fiktif ganti rugi, kerugian negara serta perbuatan melawan hukum," pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait