#PENYITAANBURUNG#PELABUHAN#PENYELUNDUPAN

Penyelundupan Ribuan Ekor Burung di Pelabuhan Bakauheni Digagalkan

Penyelundupan Ribuan Ekor Burung di Pelabuhan Bakauheni Digagalkan
Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni AKP Ferdiansyah menunjukkan barang bukti ribuan ekor burung. Lampost /dok


Kalianda (lampost.co) - - Bawa ribuan burung tanpa dokumen, sebuah minibus diamankan di areal pemeriksaan Seaport Interdiction pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa, 15 Juni 2021, sekitar pukul 01.00 WIB.

Peristiwa bermula saat Minibus Avanza BG-1544-FD yang dikemudikan IH dari Way Kanan dihentikan petugas untuk dilakukan pemeriksaan rutin bagi seluruh kendaraan yang akan menyeberang. Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni AKP Ferdiansyah menjelaskan pada saat dilakukan pemeriksaan ditemukan 65 keranjang dan 11 kardus berisikan burung. 

"Saat kendaraan warna silver itu diperiksa ditemukan burung dalam keranjang dan kardus," kata dia.

Baca juga : Polisi Pelabuhan Sita Ribuan Ekor Burung yang Diselundupkan ke Cilegon

Sebanyak 2.057 ekor berbagai macam jenis burung itu milik BN (DPO) dari Way Kanan dan rencana akan dibawa ke daerah Cikande, Tangerang, Banten. 

"Burung dibawa dari rumah BN di Way Kanan," ujarnya. 

Berdasarkan pengakuan yang membawa ribuan burung tersebut, Ia hanya mengangkut atau mengirim ke alamat tujuan dengan ongkos Rp3.500.000.
"Pengakuannya hanya nganter burung ke alamat tujuan di Cikande," kata dia. 

Mantan Kasat Resnarkoba Polres Lampung Selatan itu menjelaskan burung tersebut terdiri dari satwa yang dilindungi yakni lima ekor jenis cucak ranting dan  lima ekor  jenis cucak ijo mini. 
"Ada sepuluh ekor burung yang dilindungi," ujarnya. 

Sedangkan sisanya terdiri dari 930 ekor Burung jenis jalak kebo, 510 ekor jenis Perenjak, 210 ekor jenis Gelatik, 270 ekor jenis Perkutut, 96 ekor jenis Pleci, 24 ekor jenis Kepodang, 5 ekor jenis Konin, 2 ekor jenis Muncang. 
"Kami sudah koordinasi dengan Balai Karantina dan BKSDA," ujarnya. 

Penahanan dan penyitaan satwa liar tersebut berdasarkan Pasal 21 ayat (2) huruf (a) Jo Pasal 40 ayat (2) UURI No.5 Tahun 1990 tentang KSDAE dan Pasal 88 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait