#penyelundupanhewan#pelabuhanbakauheni

Penyelundupan Ribuan Burung dari Riau ke Jakarta Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni

Penyelundupan Ribuan Burung dari Riau ke Jakarta Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni
Petugas Polsek Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menggagalkan penyelundupan 2.159 ekor burung tanpa dokumen di Seaport Interdiction, Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, sekitar pukul 01.00 WIB, Sabtu, 20 November 2021. Istimewa


Kalianda (Lampost.co) -- Petugas Polsek Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menggagalkan penyelundupan 2.159 ekor burung tanpa dokumen di Seaport Interdiction, Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, sekitar pukul 01.00 WIB, Sabtu, 20 November 2021.

Ribuan ekor burung tersebut terdiri dari 460 ekor jalak kebo, 975 ekor ciblek, 400 ekor gelatik batu, 100 ekor pleci, 40 ekor poksai mandarin 40 ekor srigunting kelabu, 40 ekor tepus lurik.

Lalu 12 ekor poksai mantel, 2 ekor poksai hitam, 11 ekor vucak jenggot, 13 ekor kepodang, 32 ekor tledekan gunung, 20 ekor rambatan loreng doraemon, 14 ekor pelatuk.

Kepala KSKP Bakauheni, AKP Ridho Rafika, menjelaskan ribuan ekor burung itu diangkut menggunakan mobil B-2259-OP. 

"Kami melakukan pemeriksaan rutin dan menemukan ribuan ekor burung," kata Ridho, Senin,22 November 2021. 

Pengiriman satwa tanpa dokumen itu dikemas dalam 92 buah paket keranjang plastik warna putih dan 15 buah kardus kecil warna coklat. "Burung disembunyikan di dalam keranjang plastik," katanya. 

Dalam operasi itu, pihaknya turut menangkap pengemudi mobil Syaiful Anwar (43), warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Sungai Gelam, Muaro Jambi, Jambi, dan Slamet Riyadi (56) warga Lampung Tengah, untuk diminta keterangan. "Keduanya ditahan," ujarnya. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ribuan ekor burung tersebut milik SR yang berada di Pekanbaru, Riau. Satwa tersebut akan dibawa ke Cibubur, Jakarta Timur. 

Pengiriman burung tanpa dokumen itu melanggar Pasal 88 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan. "Kami juga berkoordinasi dengan Balai Karantina Wilker Bakauheni serta BKSDA Lampung," ujar dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait