#penyelundupansatwa#jualbelisatwa#beritalamsel

Penyelundupan 458 Burung Digagalkan

Penyelundupan 458 Burung Digagalkan
Pelepasliaran burung tanpa kelengkapan dokumen. Dok KSKP Bakauheni


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Balai Karantina Pertanian Lampung bersama KSKP Bakauheni, menggagalkan penyelundupan 458 ekor burung, Selasa, 10 Agustus 2021 malam. Pengiriman satwa tanpa kelengkapan administrasi itu berasal dari Way Tuba, Way Kanan yang akan dikirim ke Jatibening, Bekasi.

Ratusan ekor burung diamankan dari mobil fuso engkel warna hitam bernomor polisi K 1711 GA yang dikemudikan AG (40), warga Kuningan, Jawabarat.

Ratusan ekor burung tersebut dikemas dalam 19 keranjang plastik, terdiri dari 13 keranjang berisi 325 ekor burung prenjak, lima keranjang berisi 125 ekor burung pleci, dan satu kardus kecil delapan ekor burung konin.

Usai dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pengujian laboratorium untuk penyakit Avian influensa (AI), burung langsung dilepasliarkan di Desa Hatta, Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu, 11 Agustus 2021, sekitar pukul 11.00 WIB.

"Pengiriman burung tidak disertai dokumen persyaratan untuk lalu lintas hewan, tidak dilaporkan juga ke pejabat karantina untuk dilakukan karantina. Secara aturan, pemilik melanggar peraturan perkarantinaan," ujar salah satu pejabat karantina, Jahoras Sianturi.

Kepala Karantina Pertanian Lampung, Muh Jumadh, mengatakan pelaku penyelundupan satwa berpotensi melanggar UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan pada Pasal 88 huruf (a) dan (c) dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun dan denda maksimal Rp2 miliar.

Sementara Kepala KSP Bakauheni, AKP Ridho Rafika, berdasarkan pemeriksaan sopir pembawa burung itu diupah Rp1 juta. "Burung diangkut di pinggir Jalan Simpang Way Tuba, Way Kanan, dan akan dibawa menuju pintu tol Jati Bening, Kota Bekasi Barat, Jawa Barat," kata paparnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait