bpntkpm

Penyelewengan BPNT Harus Dibawa ke Ranah Hukum

( kata)
Penyelewengan BPNT Harus Dibawa ke Ranah Hukum
Ketua KNPI Bandar Lampung Iqbal Ardiansyah

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Karut marut penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Bandar Lampung mendapat atensi serius Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) setempat.

Ketua KNPI Bandar Lampung Iqbal Ardiansyah mengecam tindakan penyalur BPNT yang diduga membagikan ayam busuk dan telur tak layak ke penerima BPNT. Sementara, sejatinya pemerintah menggulirkan berbagai program untuk membuat masyarakatnya keluar dari garis kemiskinan.

"Tahun lalu penyaluran BPNT sempat dikecam masyarakat. Tahun ini lagi-lagi menuai persoalan. Sementara, tujuan Pemerintah memberikan BPNT untuk membantu rakyat yang kurang mampu," ujar Iqbal Ardiansyah di kantor KNPI Kota, Jumat, 6 Maret 2020.

Iqbal menegaskan akan mengerahkan seluruh pengurus KNPI hingga tingkat ranting untuk mengawal dan mengawasi penyaluran BPNT di Bandar Lampung. "Supaya program mulia ini tepat sasaran dan sesuai ketentuan," tegasnya.

Menurutnya, penyelewengan yang terjadi harus dibawa ke ranah hukum. "Harapannya penyaluran BPNT yang berpegang pada 6T (tepat sasaran, tepat waktu, tepat harga, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepar administrasi) dapat terlaksana dengan baik dan optimal menekan angka kemiskinan negara kita," tegasnya.

BPNT adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk nontunai dari pemerintah yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) setiap bulannya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Sosial menaikkan bantuan sosial (bansos) dari Rp150.000 menjadi Rp200.000 mulai Maret 2020 ini hingga Agustus. Kenaikan ini merupakan bagian dari stimulus fiskal untuk mengatasi dampak wabah virus korona. 

Kemensos memperoleh alokasi dana Rp4,56 triliun dari total Rp10,2 triliun dana untuk stimulus fiskal. Sebelumnya BPNT hanya Rp110.000 per penerima manfaat. Lalu pada awal 2020 sudah dinaikkan menjadi Rp150 ribu. Lalu Maret ini dinaikan kembali menjadi Rp200 ribu hingga Agustus atau enam bulan ke depan. 

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar