#pilkada#protokolkesehatan#covid-19

Penyelenggara Pilkada Wajib Menyiapkan Protokol Kesehatan

( kata)
Penyelenggara Pilkada Wajib Menyiapkan Protokol Kesehatan
Rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Mantap Praja Krakatau 2020 Polres Lampung Selatan dalam rangka mewujudkan Pilkada Serentak tahun 2020 yang aman, damai, dan sehat di Aula Rajabasa Kantor Bupati Lamsel, Senin, 21 September 2020. Dok.


Kalianda (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan Lampung Selatan meminta penyelenggara pemilihan kepala daerah (Pilkada) untuk benar-benar menyiapkan protokol kesehatan pada pelaksanaan  pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS). Pasalnya, kasus penyebaran pandemi korona (Covid -19) di Lamsel cukup mengkhawatirkan.

"Kasus penyebaran Covid-19 di Lampung Selatan sudah mengkhawatirkan. Sebab, kini jumlah kasus konfirmasi positif di daerah setempat mencapai 60 orang. Perinciannya, 19 orang masih diisolasi, 40 orang selesai isolasi atau sembuh, dan satu meninggal dunia," ujar Kepala Dinas Kesehatan Lamsel Jimmy Banggas Hutapea, dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Mantap Praja Krakatau 2020 Polres Lampung Selatan dalam rangka mewujudkan Pilkada Serentak tahun 2020 yang aman, damai, dan sehat di Aula Rajabasa Kantor Bupati Lamsel, Senin, 21 September 2020.

Dia menjelaskan mengenai pernyataan terkait kondisi yang menghawatirkan. Sebab, penyebaran korona saat ini sudah terjadi dalam klaster keluarga.

"Ya, dulu tidak ada kasus Covid-19 dalam keluarga, sekarang ini sudah ada klaster keluarga atau penularan di tingkat keluarga yang terjadi di salah satu kecamatan. Dari enam kasus yang muncul dalam satu hari terdapat empat kasus yang terjadi dalam satu keluarga," katanya.

Dia pun mengimbau penyelenggara pilkada agar dapat benar-benar menerapkan protokol kesehatan mulai dari menyediakan tempat cuci tangan, mengatur jarak antarpemilih, melakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan alat termogun, dan penegasan penggunaan masker.

"Jadi, kami minta protokol kesehatannya dapat benar-benar diterapkan. Sementara, dari kita memperbanyak rapid test, tracing (penelusuran), dan mengupayakan penyembuhan bagi pasien yang dirawat," katanya.

Jimmy menambahkan apabila protokol kesehatan itu dapat benar-benar diterapkan, diharapkan pelaksanaan pilkada dapat berjalan lancar, aman, dan sehat.

"Kalau bisa, warga yang sakit dipisahkan waktu pencoblosannya. Itu kan juga diatur dalam peraturan KPU. Ini dilakukan untuk menekan angka kasus Covid-19 di Lampung Selatan," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...


Berita Terkait



Komentar