#beritalampung#beritabandarlampung#lampungfair

Penyelenggara Masih Biarkan PKL Berjualan di Area Lampung Fair

Penyelenggara Masih Biarkan PKL Berjualan di Area Lampung Fair
PKL sudah berdagang sejak kegiatan itu dibuka. Selain ada yang menggunakan lapak, ada juga pedagang yang berkeliling mencari pembeli. Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (Lampost.co): Meski sudah berjalan 10 hari, pedagang kaki lima (PKL) masih banyak yang beraktivitas di area pelaksanaan Lampung Fair 2022. Padahal, aktivitas PKL itu telah menjadi keluhan penyewa tenant di lokasi tersebut.

Keluhan itu disampaikan salah satu penyewa tenant kuliner, Lukman. Ia mesti mengeluarkan uang Rp6 juta untuk menyewa tempat agar bisa berdagang. Dengan harga sewa yang dinilainya tinggi, dia mesti menaikan harga makanan yang dijual untuk bisa mengembalikan modal.

Sementara itu, PKL yang berdagang tidak mengeluarkan uang sewa lapak sehingga tak perlu menaikan harga. Akibatnya, pengunjung lebih memilih berbelanja di lapak PKL karena lebih murah.

Baca juga:  Dinilai Lalai, Penyelenggara Lampung Fair 2022 Harus Lakukan Pembenahan

"Sudah kami sampaikan keluhan ini, tapi sampai sekarang gak ada ketegasan dari penyelenggara. Padahal kami ini bayar," ujarnya, Selasa, 8 November 2022.

Hal senada juga diutarakan Aksan yang juga menyewa tenant di Lampung Fair. Dia harus membayar Rp6 juta untuk lapak ukuran 3 × 3 meter. Sementara pedagang liar bisa berkeliling tanpa biaya di sekitar tenant berbayar.

Menurutnya, hal tersebut merugikan para penyewa tenant berbayar di lokasi. Sebab mereka mesti menaikan harga agar menutup biaya sewa tenant.

"PKL berdagang sembarang tempat. Kalau kami diberikan tiang pembatas, jadi kerasa banyak pengunjung lebih memilih beli pada PKL," ujarnya.

Pantaun Lampost.co, pedagang PKL sudah berdagang sejak kegiatan itu dibuka. Selain ada yang menggunakan lapak, ada juga pedagang yang berkeliling mencari pembeli.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait