#ujarankebencian#presiden&kapolri#ditangkap#beritalampung

Penyebar Ujaran Kebencian ke Presiden Mengaku Khilaf

Penyebar Ujaran Kebencian ke Presiden Mengaku Khilaf
Penyebar Ujaran Kebencian ke Presiden Mengaku Khilaf (Foto:Lampost/Asrul)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Penangkapan Bar (49), Warga Jalan Padat Karya, Gang Rembulan, Desa Fajar Baru, Kecamatan Jatiagung Lampung Selatan, oleh Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung membuat istri Bar berurai air mata. 

Lima anggota Polda Lampung yang dipimpin oleh Plt Kasubdit V yakni Kompol Rahmat Mardian, mendatangi kediaman Bar yang rumahnya, masih berbentuk semi permanen.
Saat didatangi, Bar yang membuka pintu, dan dia berada di ruangan tengah, menggunakan polo shirt berwarna hitam. Aparat pun datang secara persuasif, ketika datang ke kediamannya, dan membawa surat tugas.

Berita Terkait: Jelang Putusan MK, Pelaku Ujaran Kebencian ke Presiden Ditangkap

"Kami dari Polda Lampung, izin mau melakukan konfirmasi dari hasil Patroli cyber kami, bapak yang punya akun Facebook Bar?," ujar Kompol Rahmat Mardian.

"Iya pak, saya mohon maaf," kata Barmawi.
"Bapakkan sudah posting begituan," lanjut Rahmat

"Mohon maaf pak atas kekhilafan saya, mohon bantuannya," papar Bar. sembari memasang wajah lemas.

"Saya perlu membawa ke Polda untuk dimintai keterangan," kata Rahmat.
"Ya Allah pak, saya enggak sadar itu," jawab Bar sambil memelas.


Tak lama sang istri datang ke ruang tamu untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. "Ada apa?,"

"Bapak main Facebook memberikan statement-statement ujaran kebencian," kata Rahmat.

"Emang harus gitu ya pak, ditangkap," lanjut istri Bar.
"Nanti bisa ke Polda, ini enggak ditahan, tapi kita ambil Keterangan dulu," lanjut Rahmat.

Mendengar kata itu, sang istri pun langsung berurai air mata.

Bar pun dibawa ke Polda Lampung untuk dimintai keterangan. 

EDITOR

Asrul Septian Malik

loading...




Komentar