#khilafatulmuslimin

Penyebar Informasi Bohong Saat Penangkapan Pemimpin Khilafatul Muslimin Disidang

Penyebar Informasi Bohong Saat Penangkapan Pemimpin Khilafatul Muslimin Disidang
Khalifah Khilafatul Muslimin Lampung Abdul Qodir Hasan Baraja saat ditemui di kantornya di Telukbetung Utara, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. (Lampost.co/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Chairudin alias Abu Bakar (71) warga Gunungsulah, Sukarame, menjalani sidang di PN Kelas IA Tanjungkarang, Selasa, 6 September 2022. Ia disidang lantaran berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di masyarakat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kandra Buana, mengatakan, Abu Bakar didakwa Pasal 14 Ayat (1)  dan Ayat (2)Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Kemudian, Pasal 45A Ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Perbuatan terdakwa bemula pada 7 Juni 2022 pagi, saat Polda Metro Jaya dan Polda Lampung menangkap Pemimpin Khilafatul Muslimin, ABdul Qodir Hasan Baraja di depan Kantor Pusat Khilafatul Muslimin, Jalan WR. Supratman, Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Telukbetung Utara.

Usai penangkapan, Abu Bakar yang juga anggota Khilafatul Muslimin diwawancarai oleh beberapa awak media, terkait penangkapan tersebut. Hasil wawancara pun terbit di beberapa media cetak maupun elektronik. Dalam wawancara tersebut, Abu Bakar menyebut, "Orang salat ditangkap."

"Saat wawancara sebagai narasumber adalah pernyataan tidak benar, karena terdakwa sebelumnya telah mengetahui penangkapan Abdul Qadir Hasan Baraja, bukan saat salat, melainkan saat keluar dari kantor," ujar JPU saat membacakan dakwaan.

Baca juga: Lagi, Anggota Khilafatul Muslimin Lampung Ditangkap

Kandra melanjutkan ucapan tersebut agar diketahui khalayak ramai karena terdakwa kesal pimpinannya ditangkap kepolisian karena organisasi terlarang. Akibat pernyataannya yang tayang di media sosial, menimbulkan keonaran di masyarakat. Kemudian, beberapa komentar dari postingan wawancaranya ditanggapi oleh warga dengan berbagai komentar dengan asumsi beragam. Sidang pun dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait