#panitiakurban#meninggal

Penyebab Meninggalnya Panitia Kurban di Bilabongjaya Tak Diselidiki

Penyebab Meninggalnya Panitia Kurban di Bilabongjaya Tak Diselidiki
Warga saat melihat lokasi peristiwa meninggalnya seorang panitia kurban di halaman Masjid Jami' Al-Bayan, Senin, 11 Juli 2022. (Lampost.co/Putri Purnama)


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Kapolsek Tanjungkarang Barat, Kompol Mujiono mengatakan dari hasil pemeriksaan, Suherman seorang panitia kurban yang meninggal saat bertugas diakibatkan oleh serangan jantung. 

"Dari hasil pemeriksaan dokter di RSUAM, hasilnya meninggal karena serangan jantung. Memang ada riwayatnya," kata Mujiono melalui telepon, Senin, 11 Juli 2022.

Dia melanjutkan pihak kepolisian tidak melakukan penyelidikan terhadap peristiwa itu. Karena pihak keluarga mengatakan korban memang memiliki riwayat penyakit jantung. 

"Kami tidak lakukan penyelidikan, karena memang korban punya riwayat penyakit," ujar Mujiono.

Baca juga: Panitia Kurban Meninggal Saat Hendak Menyembelih Kambing di Bilabong Jaya

Sementara itu, anak kandung korban, Indra Suherman mengatakan tak ada firasat apa pun mengenai kepergian sang ayah. Menurutnya, saat kejadian (Minggu, 10 Juli 2022) sang ayah sedang tidak sakit. 

"Bapak nggak sakit, itu pas kejadian bapak lagi motong kambing ketujuh. Tapi memang bapak punya sakit jantung, pas dibawa ke RS kata dokter juga meninggal karena serangan jantung," kata Indra. 

Dia melanjutkan sebelum meninggal ayahnya sempat mengutarakan keinginannya untuk berkurban pada perayaan Idul Adha tahun 2023. Namun, belum tersampaikan sang ayah sudah tiada. 

"Beberapa hari kemarin bapak bilang mau kurnan kambing tahun depan, itu saja obrolan terakhir saya dengan bapak," ujar Indra. 

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait