BABbayi

Penyebab Bayi Terus Buang Angin

( kata)
Penyebab Bayi Terus Buang Angin
Ada alasan kenapa bayi Anda terus buang angin. Berikut ini tujuh alasannya. (Foto: Pexels.com)

Jakarta (Lampost.co) -- Buang angin adalah sesuatu yang normal dan sehat untuk tubuh manusia. Namun ada momennya tiba-tiba sang buah hati buang angin lebih banyak daripada biasanya. Kira-kira kenapa hal ini bisa terjadi? 

Dilansir dari Healthline ada beberapa alasan, di antaranya:

1. Perkembangan pencernaan

Seperti mesin kecil baru, perut dan saluran pencernaan bayi perlu waktu untuk pemanasan. Sistem pencernaan bayi masih berkembang dan belum memiliki bakteri yang cukup ramah untuk membantu pencernaan.
 
Beberapa bayi memiliki jumlah gas yang normal, tetapi ada juga yang mungkin lebih peka dan perlu mengeluarkan lebih banyak. Anda mungkin memperhatikan bahwa si kecil menggeliat, melengkungkan punggung, atau membuat wajah seolah-olah mereka mencoba pergi ke kamar mandi, sampai mereka menemukan pelepasan.

2. Makanan

Semua gas yang keluar itu mungkin ada kaitannya dengan makanan yang Anda berikan. Bila Anda tidak membantu mengeluarkan gas itu dari sendawa bayi maka akan keluar dari bagian lainnya.
 
Untuk mengurangi gas ini, Anda juga bisa memperhatikan gelembung dan posisi saat memberi makan bayi lewat botol. Setelah mengocok formula, biarkan susu itu mengendap sebelum makan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi gelembung udara di sana.

3. Perut yang sensitif atau intoleransi makanan

Beberapa bayi memiliki sensitivitas atau intoleransi terhadap beberapa jenis susu formula. Ini menyebabkan lebih banyak gas dan alhasil mereka jadi banyak buang angin.

ASI juga dapat berubah tergantung pada apa yang ibu makan. Perubahan dalam pola makan ibu dapat menyebabkan perubahan pada pencernaan dan bayi. Jika si kecil tampak cerewet karena gas ini, ibu dapat mencoba menghilangkan beberapa makanan dan melihat apakah itu membantu.

4. Konstipasi

Bayi biasanya tidak mengalami konstipasi. Mereka biasanya buang air besar berair. Tetapi sembelit dapat terjadi pada beberapa bayi, dan lebih mungkin jika mereka diberi susu formula atau sudah mulai makanan padat. Jika bayi Anda perutnya bergas, periksa popok mereka untuk mengetahui sudah berapa lama mereka tidak buang air.

5. Menangis

Kadang bayi bisa tak beristirahat ini karena mereka terus menangis. Saat menangis bayi cenderung mengambil banyak udara dan akhirnya udara itu harus keluar juga dalam bentuk buang angin.

6. Gerakan

Bayi menghabiskan banyak waktu unutk tidur dan hasilnya mereka jadi tak banyak bergerak. Padahal saluran pencernaan adalah otot dan membutuhkan gerakan tubuh untuk agar gas bisa didorong keluar. Semua posisi tidur dan bersantai bayi ini alhasil dapat membuat gas menumpuk di perut si kecil  dan mereka jadi buang gas terus.

7. Obat-obatan

Jika bayi Anda mengonsumsi obat atau suplemen apa pun, itu dapat mengubah pencernaannya. Bahkan sedikit perubahan dapat menyebabkan lebih banyak gas dan buang angin. Jika Anda menyusui, obat atau suplemen apa pun yang Anda minum juga dapat memengaruhi si kecil.

8. Stres

Bayi bisa mengalami kecemasan dan stres seperti halnya orang dewasa. Hasilnya ini memengaruhi perut mereka. Teruslah berbicara dengan bayi dan penuhi kebutuhan mereka sebanyak mungkin. Perhatian yang tepat dapat membantu bayi rileks. Konsultasikan kepada dokter jika tak ada perubahan.

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar