#tbs#kesehatan

Penyebab Angka Pengidap TBC Turun saat Pandemi

Penyebab Angka Pengidap TBC Turun saat Pandemi
dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Lembaga kemanusiaan peduli HIV dan Tuberkulosis (HIV Care Aisyiyah) Provinsi Lampung mencatat selama pandemi virus korona ada penurunan angka penyebaran virus tuberculosis (TBC) belakangan ini.

Meski demikian, koordinator HIV Care Aisyiyah Sudianto menyebut turunnya angka bukan berarti turunnya kasus TBC. Mengingat,  tidak adanya peningkatan jumlah kasus TBS disebabkan keterbatasan layanan dan ruang gerak kader dalam menjaring warga yang terduga TB.

" Secara data menjadi menurun yang bisa kami temukan, karena adanya keterbatasan layanan dan keterbatasan ruang gerak kader dalam menjaring warga yang terduga TB. Jadi bukan turun secara kasus tapi turun karena memang pencarian dan pelayanan nya yang turun karena covid-19," kata kordinator HIV Care Aisyiyah Sudianto Minggu, 10 Mei 2020.

Pihaknya, kata Sudi, sudah melakukan berbagai langkah supaya pasien terinfeksi TBC untuk membatasi kunjungan ke layanan kesehatan dengan cara menambah jumlah dosis menjadi lebih banyak.

" Untuk obat-obatan jangan mereka (penderita TB) yang mengambil obat tetapi diambil oleh keluarga pasien atau diantar kader kami ke rumah pasien," katanya.

Pihak TB Aisyiyah Tetap melakukan pendidikan tentang penularan dan pencegahan covid, penggunaan masker secara disiplin bagi pasien dan kader.

Selama covid-19 ada di Lampung, kata Sudi, di beberapa kabupaten kader dilibatkan dalam telusur ODP bagi perantau. Ada juga yang terlibat aktif di posko bentukan kecamatan/puskesmas maupun desa/kelurahan.

Awalnya tim melakukan penelusuran secara fisik keliling dengan puskesmas. Setelah lebih faham tentang penularan dan lain-lain maka menjadi deteksi dini terhadap perantau pulang. Untuk aktif melaporkan ke pihak terkait.

" Kemarin dalam rangka hari TB sedunia juga kader bergerak untuk bagi masker dan sembako bersama Aisyiyah kabupaten kota bagi pasien dan warga terdampak covid-19. Sekitar 150 kader se Lampung yang terlibat dalam deteksi dan posko," katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh TB-HIV Care Aisyiyah Provinsi Lampung per Januari 2020 ada 3.155 masyarakat di 10 Kabupaten kota terinfeksi virus tuberculosis (TBC). Jumlah tersebut dari hasil pemeriksaan terhadap 32.267 masyarakat, hal ini dikatakan kordinator HIV Care Aisyiyah Sudianto,

" Data yang kami peroleh dari lapangan langsung dan hasil pemeriksaan terhadap masyarakat," katanya.

 

 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas


loading...



Komentar


Berita Terkait