#Kearifan#Lokal#Pagelaran#Wayang#Kulit

Penyampaian Kearifan Lokal Melalui Pagelaran Wayang Kulit

Penyampaian Kearifan Lokal Melalui Pagelaran Wayang Kulit
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan tajuk "Mbangun Bale Kencono" menutup agenda murti Desa Sumber Arum, Kecamatan Kotabumi yang pertama kali di gelar di lapangan desa setempat, Sabtu (6/10/2018) malam. (Lampost/Yudhi Hardiyanto)


KOTABUMI (lampost.co) -- Penanaman kearifan lokal dan penyampaian pesan moral ke masyarakat bukan hanya bisa dilakukan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah. Tapi juga dapat dilakukan melalui seni tradisi pertunjukan salah satunya pada seni pagelaran wayang kulit. 


Kepala Desa (Kades) Sumber Arum, Kecamatan Kotabumi, Bintoro, di lapangan desa setempat, Sabtu (6/10/2018) malam mengatakan pentas pagelaran wayang kulit semalam suntuk untuk memeriahkan acara  Murti Desa atau bersih desa yang pertama kali di gelar di Desa Sumber Arum dengan tajuk "Mbangun Bale Kencono" baginya bukan hanya sebatas seni hiburan rakyat. Tapi, didalamnya terkandung pengajaran yang tersirat mengenai bagaimana amanah kekuasaan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat walaupun dalam pelaksanaannya, banyak halangan serta rintangan,  tentang toleransi dan pentingnya menjaga kerukunan antar warga sebagai modal dasar pembangunan.  

" Selain pelestarian budaya sekaligus ungkapan rasa syukur atas rahmat dan karunia Allah yang diberikan bagi hamba-Nya, pada acara penutupan murti Desa Sumber Arum yang pertama dengan pentas pagelaran wayang kulit mengambil tema "Mbangun Bale Kencono", tersirat  filosofi yang disampaikan dalang sebagai pengajaran tentang amanah kekuasaan, toleransi dan pentingnya menjaga kerukunan dengan harapan agar warga dapat bersama membangun desanya" ujarnya pada lampost.co.

 

 

 

EDITOR

Yudhi Hardiyanto


loading...



Komentar


Berita Terkait