#beritalampung#beritalampungterkini#bsu#subsidiupah

Penyaluran BSU 2022 Via PT Pos Ditargetkan Rampung Akhir November

Penyaluran BSU 2022 Via PT Pos Ditargetkan Rampung Akhir November
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (kanan) berbincang dengan warga penerima BSU di Kantor Pos, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 9 November 2022. Antara/Fakhri Hermansyah


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menargetkan penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) 2022 melalui PT Pos Indonesia akan rampung pada akhir November ini. Secara nasional, BSU 2022 telah tersalurkan kepada 10.321.436 orang atau setara 80,30%.

"Insyaallah PT Pos Indonesia akan menyelesaikan proses penyaluran BSU ini dalam waktu dua minggu ke depan atau kira-kira akan selesai 22 November nanti. Itu seperti tadi yang telah disampaikan langsung pak dirut," ujarnya dilansir dari keterangan resmi, Rabu, 9 November 2022.

Baca juga: Menaker Pastikan Upah Minimum 2023 Lebih Tinggi dari 2022 

Hal ini disampaikannya saat meninjau proses penyaluran BSU 2022 di PT Pos Indonesia KCU Bekasi. Proses penyaluran melalui PT Pos Indonesia ini merupakan tahap ketujuh penyaluran BSU 2022. 

Ida menambahkan, secara nasional, BSU tahun 2022 telah tersalurkan kepada 10.321.436 orang atau setara 80,30%. Sedangkan tahap VII yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia sudah tersalurkan kepada 1,2 juta orang. 

Pencairan BSU di PT Pos Indonesia dilakukan melalui tiga cara. Pertama, penerima BSU datang langsung ke PT Pos Indonesia terdekat. Kedua, pencairan dilakukan kolektif di perusahaan atau tempat tertentu yang ditunjuk oleh PT Pos Indonesia. Ketiga, jika penerima BSU berhalangan hadir seperti sakit, petugas PT Pos Indonesia akan menghampiri langsung penerima BSU ke rumah atau rumah sakit yang bersangkutan. 

Pada kesempatan ini pula, Ida turut menyaksikan secara langsung pencairan BSU kepada penerima. Dia juga berdiskusi dengan seorang penerima BSU yang menurutnya bantuan ini sangat bermanfaat sekali karena akan dipergunakan langsung untuk membayar sekolah anak.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait