#pupuk#petani

Penyalur Janji Kirimkan Pupuk Bersubsidi ke Bumiasri Lamsel Awal September

Penyalur Janji Kirimkan Pupuk Bersubsidi ke Bumiasri Lamsel Awal September
Ilustrasi pupuk. Dok MI


Kalianda (Lampost.co) -- Kios penyalur pupuk bersubsidi Sumber Rezeki Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) memastikan penyaluran pupuk NPK ke petani di Desa Bumiasri akan dilakukan awal September 2022. 

Pemilik kios Sumber Rezeki, Ita mengaku pihaknya belum menyalurkan pupuk bersubsidi karena proses tutup buku.

"Memang akhir Agustus ini dari distributor tutup buku. Di samping itu, ada juga tim audit penyaluran pupuk. Sehingga, pendistribusian pupuk bersubsidi di Desa Bumiasri belum bisa kami salurkan," kata dia, Rabu, 31 Agustus 2022. 

Baca: Petani di Baliagung Lamsel Kesulitan Pupuk Bersubsidi Jenis NPK

 

Dia mengaku, saat ini stok pupuk bersubsidi jenis NPK  masih tersedia 10 ton. Jumlah itu akan di distribusikan untuk kelompok tani di Desa Tanjungjaya dan Bumiasri. 

"Untuk di Desa Bumiasri, sebenarnya baru ada tiga kelompok tani (Poktan) yang sudah melakukan penebusan. Jadi, awal September ini baru salurkan ke tiga poktan itu. Memang poktan ini saja yang aktif," kata dia.

Sebelumnya, Petani di Desa Bumiasri, Kecamatan Palas mengaku kesulitan mendapatkan pupuk NPK bersubsidi. Padahal, saat ini petani hendak memulai pemupukan tanaman padi yang kedua pada musim gadu 2022.

Salah satu petani, Widodo menyebut banyak petani yang belum melakukan pemupukan kedua lantaran sulitnya mendapatkan pupuk jenis NPK.

"Mau enggak mau pakai pupuk cair yang nonsubsidi. Kalau enggak segera dipupuk akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi," kata dia.

Petani lainnya, Marsono membenarkan petani tengah kesulitan mencari pupuk, khususnya jenis NPK Phonska. Bahkan, stok pupuk tersebut tidak ada di kios resmi penyalur pupuk bersubsidi.

"Petani di sini beli pupuk bersubsidi di kios resmi milik Ita di Desa Bumidaya. Kami diminta menunggu karena pemilik kios sekarang lagi tutup buku. Sementara, umur padi kami sudah 45 hari," kata dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait