#irigasi#petani

Penutupan Saluran Irigasi Ancam 500 Hektare Sawah di Metro

Penutupan Saluran Irigasi Ancam 500 Hektare Sawah di Metro
Kepala DKP3 Kota Metro, Herry Wiratno didampingi Ketua Kelompok Tani Laksana Satu, Jumari (67) saat meninjau tanaman padi yang saat ini berusia 1 bulan. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Lahan sawah seluas 500 hektare di Kota Metro terancam gagal panen. Kegagalan panen tersebut lantaran pasokan air di persawahan setempat disetop, dan dialihkan ke Waduk Way Sekampung, Pringsewu.

Ketua Kelompok Tani Laksana Satu, Jumari (67) mengatakan, lahan seluas 500 hektare di Rejomulyo, Metro Selatan, yang terancam kekeringan tersebut karena para petani telat pada masa tanam padi. Pihaknya mengklaim sudah memberikan imbauan bahwa pada Agustus akan ada penyetopan aliran air. Penyetopan aliran air tersebut akan diarahkan untuk mengisi waduk Way Sekampung.

"Harusnya di bulan April sudah tanam, dan di bulan Juli bisa panen," kata dia saat ditemui di persawahan Rejomulyo, Metro Selatan, Selasa, 24 Agustus 2021.

Dia menjelaskan, keterlambatan tanam tersebut merupakan murni kesalahan dari para petani. Sebelumnya telah dilakukan pertemuan baik Kepala Poktan dan perwakilan petani.

"Bahkan dari Perairan Umum (PU) sampai dua kali melakukan penundaan penyetopan aliran irigasi. Tanggal 30 Juli dan 15 Agustus baru disetop. Petani pun langsung kebingungan karena usia padi masih 1 bulan," ujarnya.

Dia mengaku, dalam keterlambatan tanam ada sebagian petani yang memegang tradisi, dimana pada saat sehabis panen harus mengistirahatkan lahan terlebih dahulu.

"Kemarin petani ada yang istirahat dulu. Bahkan ada yang sengaja menunda tanam karena ada hama tikus. Bahkan kemarin ada yang nekat tanam sendiri, dan tanaman nya habis di makan tikus. Tanam padi itu harus ada kekompakan antara petani satu dengan lainnya. Supaya tanaman tidak dimakan tikus," kata dia.  

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Herry Wiratno mengatakan, dengan adanya keluhan yang keluar dari petani, dia langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat akan minimnya pasokan air yang diterima.

"Kita sudah bersurat ke Balai Besar untuk diperpanjang lagi aliran air ke irigasi. Ada kebijaksanaan dari Balai Besar untuk membagi air agar kita tetap ada pasokan air. Namun dengan cara gilir. Karena tidak semua bisa di penuhi dalam satu titik," kata dia.

Dia menjelaskan, luasan sawah yang ada di Rejomulyo sekitar 500 hektare bakal terancam. Namun, itu belum dipastikan akan gagal panen.

"Nanti tergantung situasi kedepan. Saat ini kita masih bisa mendapatkan aliran dari bendungan Argogoro yang masih cukup, bahkan jika banyak hujan akan sangat bermanfaat bagi petani," ujarnya.

Menurutnya, persawahan di Metro Selatan saat ini adalah potensi yang di miliki Kota Metro, oleh karena itu pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pusat.

"Nanti setelah bendungan Way Sekampung sudah terisi penuh, pada bulan November aliran sudah normal lagi. Bahkan sudah masuk masa tanam baru . Yang sekampung batang hari November sudah mengalir. Dan yang sekampung Bunut Desember tanggal 1 sudah tanam lagi. Sehingga Maret panen lagi," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait