#ppkm#jtts

Penurunan Level PPKM Picu Lalu Lintas di JTTS Meningkat

Penurunan Level PPKM Picu Lalu Lintas di JTTS Meningkat
Petugas Jalan Tol Trans Sumatera melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas. Dok. Hutama Karya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah baik di Jawa-Bali dan daerah lainnya termasuk Lampung memicu peningkatan mobilitas masyarakat. Begitupun geliat arus di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Provinsi Lampung. Lalu lintas harian rata-rata (LHR) di jalan tol mulai meningkat.

Sesuai data perbandingan LHR tertimbang realisasi terhadap lalin pandemi Ruas Tol Bakauheni - Terbanggi besar periode 1 - 23 September 2021 total kendaraan yang melintas ada 279.638 kendaraan atau rata-rata setiap hari ada 12.158 kendaraan yang melintas. Sementara sebelumnya lalu lintas ada 229.098 kendaraan atau rata-rata dalam sehari terdapat 9.961 kendaraan.

Branch Manager PT Hutama Karya ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), Hanung Hanindito mengatakan adanya penurunan level PPKM dan kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan melekat mempengaruhi peningkatan arus mobilitas di jalan tol.

"Ada peningkatan kembali arus kendaraan yang melalui jalan tol. Saat ini secara rata-rata, lalu lintas harian rata-rata (LHR) kami 12.158 kendaraan. Daripada saat PPKM yang sempat turun ke 9.961 kendaraan," katanya melalui telepon, Jumat, 24 September 2021.

Baca juga: PPKM di Kabupaten/Kota Turun Level, kecuali Bandar Lampung

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengeluarkan Instruksi Nomor 19 Tahun 2021 berlaku pada 21 September 2021 sampai 4 Oktober 2021. Kebijakan tersebut menindaklajuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1. Di Lampung, hanya Kota Bandar Lampung yang masuk Level 3, sementara 14 Kabupaten/Kota lainnya masuk Level 2.

Instruksi tersebut mengatur transportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taksi online/konvensional dan kendaraan sewa/rental diberlakukan dengan kapasitas 70% dengan protokol kesehatan melekat. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait