#bandara#PPKM

Penurunan Level PPKM Dongkrak Jumlah Penumpang Bandara Radin Inten II

Penurunan Level PPKM Dongkrak Jumlah Penumpang Bandara Radin Inten II
Bandara Radin Inten II. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bandar Udara (Bandara) Radin Inten II Lampung mencatat ada peningkatan penumpang seiring dengan penurunan level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Lampung. 

"Untuk periode 1-14 Oktober 2021 dibandingkan periode yang sama di bulan sebelumnya 1-14 (September) ada kenaikan pergerakkan pesawat sebesar 33 persen. Sementara untuk penumpang sendiri ada kenaikan 54 persen dibandingkan periode yang sama di bulan sebelumnya," kata M. Hendra Irawan, Kamis, 14 Oktober 2021. 

Dalam kegiatan Lampung Health Summit 2021 bertemakan "Prokes Menyelamatkan Kita Semua" ia menegaskan, bahwa pihaknya meyambut baik adanya peningkatan tersebut karena sejalan dengan penurunan PPKM. 

"Tapi hal tersebut didukung oleh sadarnya penumpang di Bandara untuk terus terapkan protokol kesehtan dan selalu mengikuti arahan dari pihak bandara mulai dari jaga jarak, pakai masker hingga wajib cuci tangan," jelasnya. 

Ia menerangkan pandemi sudah ada di hidup kita hampir dari dua tahun, untuk kondisi di Bandara sendiri seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 yang semakin membaik di Provinsi Lampung, pihaknya tetap mengutamakan dengan tujuan penumpang dalam kondisi yang baik.

"Selama ini pihak bandara bersama stakeholder bersatu. Kami terus perhatikan semua sektor agar terciptanya kenyamanan, keamanan dan kondisi bandara selalu kondusif tak menjadi klaster penyebaran," paparnya. 

Menurutnya, Bandara yang selalu menjadi jalur utama transportasi kegiatan nasional seperti PON XX hingga yang akan datang penyambutan kegiatan Muktamar NU menyambut dengan baik dan kerahkan seluruh stakeholder untuk persiapan. 

"Misal kami bekerjasama dengan pihak kesehatakan, sehingga ada pengawasan dan penerapan prokes tetap berjalan. Kami harus tegakkan disiplin prokes jadi kegiatan yang bersifat nasional seperti itu pun tak menjadikan klaster penyebaran Covid-19," terang dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait