#beritalampung#beritalampungterkini#korupsidlhmetro#kasuskorupsi

Penunjukan Pejabat Pengadaan DLH Metro atas Perintah Terdakwa

Penunjukan Pejabat Pengadaan DLH Metro atas Perintah Terdakwa
Sidang perkara korupsi di Dinas Lingkungan Hidup Metro dengan terdakwa mantan kadisnya berlangsung di PN Tanjungkarang, Rabu, 21 September 2022. Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Eks Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Metro, Eka Irianta (57), kembali menjalani sidang perkara korupsi di PN Tipikor Tanjungkrang, Rabu, 21 September 2022. Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi menghadirkan Khairul Anam, staf DLH Bandar Lampung, yang ditunjuk sebagai pejabat pengadaan di DLH Metro.

"Saya kaget ketika disodorkan dokumen penawaran, awalnya saya nolak, tapi kata Erfano (ASN DLH Metro) katanya kamu (dirinya) tenang saja nanti ada yang kerjain kata Pak Kadis (terdakwa)," ujar saksi.

Baca juga: Gelapkan Uang Rp527 Juta, DPO Diamankan Tim Gabungan Polres Lamteng di Medan 

Setelah ditunjuk sebagai pejabat pengadaan, Erfano menyampaikan dokumen pengadaan milik para rekanan dan dia diminta untuk menandatangani. "Awalnya saya tolak, tapi katanya disuruh pak Kadis," kata saksi.

Namun, dia mengaku mendapat honor sebagai pejabat pengadaan barang.

Saksi lainnya, Suprianto, kepala UPTD di DLH Metro, mengaku jika ada pengerjaan fisik proyek landasan persampahan di tempatnya bekerja. Menurut dia, baru beberapa bulan digunakan, proyek tersebut sudah bermasalah. "Kami gunakan hanya beberapa bulan sudah mulai rusak, sekitar dua bulanan," katanya.

Dalam dakwaan jaksa pada sidang sebelumnya, negara dirugikan  Rp432.045.468,26 berdasar hasil audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Lampung atas anggaran peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup Metro.

Terdakwa menarik fee sekitar 20% dari beberapa rekanan yang hendak mengerjakan proyek sarana dan prasarana persampahan.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait