#bandararadinintan#vaksin

Penumpang di Bandara Radin Inten II Lampung Wajib Unduh Aplikasi PeduliLindungi

Penumpang di Bandara Radin Inten II Lampung Wajib Unduh Aplikasi PeduliLindungi
Penumpang pesawat. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Calon penumpang pesawat di Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan, dan bandara di bawah naungan Angkasa Pura II, kini diwajibkan untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi di perangkat iOS atau Android dan melakukan registrasi. Jika calon penumpang sudah menjalani vaksinasi maka kartu vaksinasi akan muncul di aplikasi tersebut.

Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor 847 Tahun 2021 Tentang Digitalisasi Dokumen Kesehatan Bagi Pengguna Transportasi Udara Yang Terintegrasi Dengan Aplikasi PeduliLindungi.

Menyusul hal tersebut, setelah dilakukan uji coba sejak 5 Juli 2021, mulai Senin 19 Juli 2021, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno-Hatta Kementerian Kesehatan menerapkan validasi dokumen kesehatan digital yang ada di aplikasi PeduliLindungi bagi calon penumpang pesawat yang akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.

Calon penumpang juga wajib melakukan tes covid-19 di 742 laboratorium yang terintegrasi dengan data New All Record (NAR) Kemenkes. 

Nantinya hasil tes juga akan langsung diunggah di aplikasi PeduliLindungi. Nama-nama dari 742 laboratorium tersebut tercantum di dalam Surat Edaran Menkes Nomor 4642/2021 Tentang Penyelenggaran Laboratorium Pemeriksaan covid-19.

Adapun pemeriksaan atau validasi dokumen kesehatan digital (kartu vaksinasi dan hasil tes covid-19) yang ada di aplikasi PeduliLindungi akan dilakukan di bandara oleh personel Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes) maupun di konter check-in oleh maskapai menggunakan scanner barcode dan atau microsite aplikasi PeduliLindungi.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, mengatakan implementasi ini guna memperkuat protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19. Saat ini kartu vaksinasi dan surat hasil tes covid-19 yang berlaku menjadi syarat bagi calon penumpang pesawat untuk dapat melakukan perjalanan.

"Kami sangat mendukung penuh digitalisasi dokumen kesehatan yang diamanatkan Kemenkes, karena dapat memperkuat pelaksanaan protokol kesehatan di sektor penerbangan, mencegah adanya pemalsuan sertifikat vaksinasi dan surat hasil tes covid-19, dan sebagai upaya bersama dalam melakukan adaptasi di tengah pandemi ini," ujar Awaluddin, dalam keterangan resmi, Selasa, 20 Juli 2021.

Selain itu, mulai Senin 19 Juli 2021, AP II secara bertahap melakukan uji coba prosedur ini di 17 bandara yang dikelola perseroan. Ke-17 bandara tersebut adalah Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), dan Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru).

Kemudian Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), Silangit (Tapanuli Utara), Banyuwangi (Banyuwangi), Tjilik Riwut (Palangkaraya), Radin Inten II (Lampung), H.A.S Hanandjoeddin (Tanjung Pandan), dan Fatmawati Soekarno (Bengkulu).

Sejumlah calon penumpang pesawat merasakan manfaat digitalisasi dokumen kesehatan itu, seperti diutarakan oleh salah satu calon penumpang di Bandara Sultan Thaha, Jambi.

“Sangat praktis, jadi tidak perlu saling kontak untuk memberikan kertas. Tinggal scan, langsung terverifikasi. Lebih aman, lebih simpel. Tinggal scan, muncul di layar kita layak terbang atau tidak,” ujar calon penumpang tersebut.

Sebagai salah satu bentuk dukungan, bandara-bandara AP II bersama KKP Kemenkes setempat juga akan berkoordinasi dengan laboratorium-laboratoriun yang masuk ke dalam daftar 742 laboratorium supaya dapat bersama-sama menyukseskan implementasi digitalisasi dokumen kesehatan sesuai dengan SE Menkes Nomor 847 Tahun 2021.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait