Bakauhenilibur

Penumpang di Pelabuhan Bakauheni Turun Drastis

Penumpang di Pelabuhan Bakauheni Turun Drastis
Arus kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Bakauheni terpantau sepi, Jumat 1 Januari 2021 sore. Lampost.co/Aan Kridolaksono.


Kalianda (lampost.co) -- Arus penyeberangan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni terpantau sepi di hari pertama 2021, Jumat 1 Januari 2021. Kondisi itu, usai Pemerintah mengeluarkan larangan merayakan pergantian tahun, sehingga obyek wisata pun ditutup. 

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama 24 jam terakhir, Kamis 31 Desember 2020 pukul 08.00 WIB sampai Jumat 1 Januari 2020 pukul 08.00 WIB, pejalan kaki yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni ke Merak sebanyak 18.744 orang menurun 40% dibandingkan periode 2019 lalu sebanyak 31.185 orang penumpang.

Diikuti jumlah motor menurun 43 persen. Dari 1,070 pada tahun lalu menjadi 611 unit. Kemudian mobil mencapai 1,930 unit atau turun 61 persen dibanding realisasi tahun lalu yang mencapai 3,187 unit.

Secara keseluruhan, jumlah kendaraan, baik sepeda motor, kendaraan roda empat penumpang, truk dan bus yang menyeberang dari Bakauheni ke Merak pada hari ini mencapai 4.422 unit atau turun 30 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 6.044 unit.

Humas PT. ASDP cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap mengatakan arus balik penumpang pejalan kaki dan kendaraan anjlok. Ia menyebutkan arus kendaraan anjlok 30 persen dan penumpang 40 persen dibandingkan tahun lalu.

"Arus penumpang masih tetap mengalir, tetapi jumlahnya menurun dibanding libur Natal dan tahun baru tahun lalu," kata Saifulahil.

Dia mengatakan, sampai saat ini kondisi dan situasi pelabuhan lancar, aman, dan nyaman tanpa ada antrean kendaraan di area parkir pelabuhan maupun luar area pelabuhan. Untuk itu ASDP tetap menghadirkan layanan penyeberangan dan pelabuhan. ASDP memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang memadai dengan dengan mematuhi protokol kesehatan.  

"Pengguna jasa maupun petugas wajib memakai masker, mencuci tangan dengan air dan sabun, serta menjaga jarak," ujarnya.

Saiful mengingatkan kepada nahkoda dan pengguna jasa agar tetap mewaspadai cuaca buruk yang terjadi selama awal tahun ini. Dimana intensitas hujan dan gelombang relatif tinggi.

"Kondisi ini dapat berdampak pada perubahan jadwal pelayanan karena kapal membutuhkan waktu lebih lama saat akan sandar di dermaga. Dengan kondisi cuaca saat ini kami harap pengguna jasa dapat mengerti jika ada perubahan jadwal," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait