#mpr#LestariMoerdijat#NasDem#pendidikan

Pentingnya Tansformasi Pendidikan Atasi Defisit Kompetensi Digital

Pentingnya Tansformasi Pendidikan Atasi Defisit Kompetensi Digital
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Dok. MI


Jakarta (Lampost.co) -- Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menilai defisit kompetensi dapat teratasi jika seluruh daya dan upaya diarahkan untuk transformasi pendidikan di era digital, sehingga tak ada kata atau tindakan lain selain menyesuaikan dengan perkembangan peradaban dunia.

"Kemampuan literasi digital akan tercipta jika setiap elemen mampu menjadi pembelajar, mampu beradaptasi, memiliki kemampuan dinamis untuk menciptakan inovasi," kata Lestari Moerdijat saat memberikan sambutan pada webinar bertema Peningkatan Literasi Digital Guru Untuk Menghadapi Defisit Kompetensi Era Digital di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu, 27 November 2021.

Menurut Lestari, catatan terkait model pembelajaran digital yang diterapkan dalam pola belajar jarak jauh, terdapat tiga hal penting yang patut diperhatikan yakni kurikulum adaptif, kompetensi guru dan teknologi yang memadai.

"Belajar dari pandemi, dunia pendidikan menghadapi tugas lanjutan bagaimana merancang pembelajaran dengan menggunakan media digital. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi guru dan siswa," kata Rerie, sapaan akrab Lestari.

Digitalisasi pendidikan menggunakan media teknologi dan informasi sangat penting karena mampu menyajikan materi
secara kontekstual, visual, menarik, dan interaktif.

Tetapi, jelas Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem itu, pekerjaan rumah kita saat ini adalah pemerataan indeks daya saing digital dalam negeri.

"Adaptasi dengan kemajuan teknologi dan informasi patut diletakkan dalam pemahaman menyeluruh tentang literasi digital," tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Literasi digital, menurut Rerie, membuat guru maupun murid mampu menjelajahi ragam pengetahuan terkini dan terdorong untuk meningkatkan kreativitas.

Melek digital, tambahnya, diharapkan mendorong guru untuk menciptakan platform belajar yang bijak berbasis nilai kearifan lokal.

Pada saat bersamaan, jelas Rerie, literasi digital mengajarkan sekaligus membentuk masyarakat berbasis digital yang bertujuan mengakhiri kesenjangan digital dan memperluas konsepsi digital.

"Mari kita berbenah, dimulai dengan meningkatkan kemampuan literasi digital, menyiapkan generasi
cerdas menyongsong Indonesia Emas," pungkas Rerie.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait