Covid-19

Pentingnya Sosialisasi Kepmenkes 446 Tahun 2020

Pentingnya Sosialisasi Kepmenkes 446 Tahun 2020
RS Graha Husada


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- RS Graha Husada mengumumkan bahwa AD (55), warga Tanjungkarang Timur, yang sempat dinyatakan oleh pihak rumah sakit Probable Covid-19, ternyata dinyatakan positif Covid-19. 

"Terkait pasien tuan A, terkonfirmasi positif, kami mewakili keluarga besar RS Graha Husada berbela sungkawa pada keluarga pasien dan kami memohon maaf jika ada tindakan dan perkataan yang belum berkenan dari pasien," kata Wakil Ketua Satgas RS Graha Husada dr Dicky Suseno, Rabu (2/12/2020).

Terkait rencana tracing orang yang kontak dengan pasien AD tentunya akan dilakukan. Pihak RS sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid Provinsi Lampung.

"Untuk tracing pihak keluarga akan dilanjutkan dari pihak Dinas Kesehatan. Nantinya kami akan berkoordinasi dengan Dinkes," katanya. 

Terkait adanya miss komunikasi soal status pasien yang awalnya probable, lalu hendak dijemput keluarga kendati tidak dilakukan, pihak rumah sakit akan memperbaiki komunikasi dan juga jadi bahan masukan ke RS dan pihak Dinas Kesehatan nantinya. 

Menurutnya perlu ada sosialisasi lebih rutin lagi baik dari pihak rumah sakit, maupun Satgas Covid terkait Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) 446 Tahun 2020 tentang 
petunjuk teknis klaim penggantian biaya pelayanan pasien penyakit infeksi emerging tertentu bagi rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan corona virus disease 2019. 

Pada Bab II Point F huruf 5 Kepmenkes tersebut disebutkan Suspek/Probable/konfirmasi Covid-19 yang meninggal, baik selama dalam perawatan Covid-19 maupun meninggal dengan Death on Arrival (DOA) dan tidak sempat dilakukan pemeriksaan laboratorium RT-PCR, maka pemulasaran jenazah sesuai dengan tata laksana Covid-19. Dibuktikan dengan melampirkan bukti pelayanan 
pemulasaran jenazah sebagai jenazah Covid-19 atau list data Penyelidikan Epidemiologi (PE) dari dinas kesehatan kabupaten/kota. 

Contoh data Penyelidikan Epidemiologi (PE): salah satu keluarga serumah, keluarga terdekat, dan/atau satu ruangan kantor dengan hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR positif.

Karenanya, pasien probable Covid ketika dirawat dan dimakamkan dengan protokol Covid-19, tidak dikenai biaya. 

"Kami baru pertama menghadapi pandemi jelas butuh sistem, nantinya dari sistem ini jadi bahan masukan ke pemerintah. Program ini (penanganan pasien probable Covid), sudah ada dari pemerintah dari promkes nantinya akan disampaikan usul ke Kemenkes. Antisipasi dalam komunikasi publik kami selalu koordinasi dengan Dinkes dan Kemenkes. Kami akan evalusi dengan harapan kedepannya akan ada perbaikan kita akan lebih gencar sosialisasi (Kepmenkes 446 2020)," katanya.

Saat ini RS Graha Husada sudah menyediakan 35 ruang isolasi, tapi hingga kini masih penuh karena terus ada penambahan. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait