#pandemicovid-19#webinar#uinradenintan

Pentingnya Pengelolaan Stres Saat Pandemi

( kata)
Pentingnya Pengelolaan Stres Saat Pandemi
Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Program Studi MPI S3 Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung menggelar seminar Webinar Nasional II bertema 'Mengubah Tekanan Menjadi Peluang di Situasi Pandemi Covid-19', Rabu, 24 Juni 2020. Acara berlangsung pada pukul 09.00 WIB dengan dihadiri 300 peserta secara virtual.

Kegiatan itu menghadirkan, motivator nasional Naqoy sebagai Pembicara I dan Ketua Prodi S3 MPI Pascasarjana UIN Raden Intan Prof Siti Fatimah sebagai Pembicara II. Kegiatan terlaksana dengan keynote speech Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof Moh Mukri dan sebagai moderator oleh alumni S3 Pascasarjana UIN Raden Intan yang juga Pemimpin Redaksi Lampung Post, Iskandar Zulkarnain.

Pria bernama lengkap Nanang Qosim Yusuf itu menjelaskan pandemi Covid-19 yang terjadi memberikan tekanan kepada setiap orang. Menurutnya, tekanan ini bisa dimanfaat kan sebagai peluang untuk berinovasi.

Ia menjelaskan, tekanan akan membuat seseorang untuk mencari alasan untuk bangkat. Orang yang memiliki tekanan biasanya memiliki one minute awareness.

"Orang sukses hanya ada 1 alasan yaitu tidak memiliki alasan," ujarnya.

Lalu, lanjutnya, setiap orang telah menemukan one minutes awareness pasti memiliki mimpi besar. Ia mengatakan bermimpi itu penting untuk mendorong diri menemukan hal baru.

"Kemudian kita harus percaya untuk bisa mencapainya, dan yang terpenting adalah melakukannya dengan konsiten," tuturnya.

Sementara, Prof Dr Hj Siti Fatimah menerangkan, perubahan tertinggi terjadi selama pandemi adalah di bidang sosial. Selain itu, angka bunuh diri juga mengalami peningkatan. Menurutnya, hal itu akibat tekanan yang memaksa untuk merubah sistem.

"Seluruh masyarakat mesti mengikuti perubahan namun tidak semua bisa diajak mengikuti perubahan, ini yang menimbulkan stress," kata dia.

Ia menjelaskan jika tidak bisa mengelola stress maka akan berdampak pada kinerja otak. Stres juga bisa mengubah struktur otak menjadi eror dan merusak sel-sel otak. Bahkan ia juga me yebut, stres bisa menyebabkan penyusutan otak serta mengganggu proses mengingat.

"Stres merupakan insting alama tubuh saat merasakan kecemasan untuk mencari kenyamanan, karena itu stres harus dikendalikan," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar