cafe

Penolakan Cafe Juara Diduga karena Adanya Oknum yang Tidak Senang

Penolakan Cafe Juara Diduga karena Adanya Oknum yang Tidak Senang
Cafe Juara yang terletak di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan. (dok)


Kalianda (Lampost.co) -- Aksi penolakan puluhan masyarakat terhadap kehadiran Cafe Juara di Dusun Bandarrejo, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diduga di latar belakangi adanya oknum yang tidak senang terhadap pelayanan dari pihak pengelola cafe karaoke tersebut. 

Hal tersebut diungkapkan pemilik Cafe Juara, Ahmad Subekti, usai musyawarah tertutup bersama Camat Palas beserta Uspika Palas di ruang camat setempat, Kamis, 7 Januari 2021. Dia mengatakan munculnya aksi penolakan itu dimulai ketika salah satu oknum perangkat desa yang tidak puas dengan pelayanan di cafe tersebut. 

"Jadi, awalnya ada salah satu oknum perangkat desa yang tidak suka karena beberapa pemandu karaoke kami kecewa dengan tingkah laku oknum perangkat desa itu. Bagaimana tidak, oknum itu melakukan perlakuan yang tidak senonoh terhadap pemandu karaoke kami," kata dia. 

Selain itu, kata Subekti, dirinya menduga aksi penolakan puluhan masyarakat yang tertuang dalam surat pernyataan keberatan warga yang ditandatangani 88 orang itu bukan sepenuhnya keinginan masyarakat. Sebab, dirinya telah memastikan kepada beberapa warga bahwa tandatangan itu diawali dengan iming-iming akan mendapatkan bantuan. 

"Saya sudah tanya langsung ke beberapa warga. Saat meminta tanda tangan surat keberatan warga itu diawali dengan ucapan akan dapat bantuan. Namun, setelah memperoleh tanda tangan barulah warga dikasih tahu untuk penolakan cafe juara," kata dia. 

Sementara itu, Camat Palas Rika Wati mengatakan pihaknya telah melakukan musyawarah bersama Uspika, kepala desa dan beberapa aparat Desa Sukaraja. Hasilnya, pemilik cafe karaoke itu meminta menutup sementara karena ada penolakan dari puluhan masyarakat. 

"Ini kami bukan karena suka atau tidak suka. Tentu kami sangat mendukung bila ada pelaku usaha membuka cafe di Kecamatan Palas. Namun, kalau ada penolakan dari warga sekitar, kami juga tidak bisa berbuat apa-apa," kata dia. 

Rika mengatakan pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib terkait penolakan tempat hiburan itu. Sebab, penolakan dari masyarakat ini mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat. 

"Yang jelas, dalam musyawarah tadi kami minta pemilik cafe supaya menutup sementara dan diberi waktu untuk menutupinya hingga Jumat, 8 Januari 2021. Namun, jika tetap beroperasi, maka pihak yang berwajib akan menutupnya," kata dia.

Terpisah, Kepala Desa Sukaraja Sinarti mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya oknum perangkat desa yang sering datang ke Cafe Juara tersebut. Bahkan, ia tidak mendapatkan informasi terkait tidak senonohnya oknum perangkat desa itu. 

"Saya belum dengar kalau ada perangkat desa kami yang suka karaokean disana. Tapi, kalau mendapatkan laporan dari warga terkait keluhan adanya cafe itu sering secara lisan," kata dia.

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait