#beritalampung#beritalampungterkini#tvdigital#tvanalog#migrasi

Penjualan Set Top Box Naik 65 Persen

Penjualan <i>Set Top Box</i> Naik 65 Persen
Suasana Toko Nusa Parabola di Jalan Pangkal Pinang, Bandar Lampung, yang mnejual set top box untuk TV digital, Senin, 28 November 2022.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mulai April lalu mulai mematikan siaran TV analog atau analog switch off dan mengalihkannya ke TV digital. Masyarakat yang tidak memiliki TV digital bisa membeli perangkat set top box (STB).

Hamzah (25), pegawai Toko Nusa Parabola di Jalan Pangkal Pinang, Bandar Lampung, mengatakan meski penghentian TV analog belum terjadi di Kota Tapis Berseri, masyarakat yang memiliki TV analog sudah banyak yang mencari dan membeli set top box. "Rencana mematikan TV analog membuat masyarakat banyak mencari set top box. Penjualannya pun meningkat karena dalam sebulan bisa menjual hingga 500 pcs,” ujarnya, Senin, 28 November 2022.

Baca juga: Omzet Pedagang Aksesori Turun 50—70% Sejak Harga BBM Naik 

Harga set top box awalnya mulai dari Rp170 ribu—Rp200 ribu, tapi saat ini mulai naik menjadi Rp220 ribu—Rp250 ribu. Omzet toko pun meningkat kurang lebih 65% per bulannya.

“Omzet penjualannya meningkat hingga 65 persen per bulannya. Untuk harga kini di kisaran Rp220 ribu—Rp250 ribu,” katanya.  

Sementara itu, Gunawan (50), pemilik Toko Sarana di Jalan Pemuda, Bandar Lampung, mengakui ada peningkatan penjualan sebelum Piala Dunia pada Oktober lalu. Namun, saat ini tokonya tidak memiliki sto karena saat ini tidak ada barang masuk.

"Sebelum Piala Dunia banyak yang nyari, Mba, tapi untuk saat ini tidak ada barang masuk jadi kebanyakan beli TV digital langsung," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait