#pmk#pmksapi

Penjualan Hewan Kurban Menurun Akibat Wabah PMK

Penjualan Hewan Kurban Menurun Akibat Wabah PMK
Pedagang hewan kurban di pasar Bandar Lampung. Lampost.co/Yudi


Bandar Lampung (Lampost.co) --Pedagang hewan kurban di pasar Bandar Lampung mengeluhkan penurunan penjualan akibat penyakit mulut dan kuku (PMK).


Penurunan penjualan juga dirasakan pedagang hewan kurban. Pedagang hewan kurban di Jalan Rasuna Said, Suardi, menjelaskan harga hewan kurban tahun ini mengalami kenaikan, seperti kambing mulai dari Rp2 juta sampai Rp9 juta dan sapi seharga Rp18,5 sampai Rp33 juta per ekor. 

"Harganya naik Rp500 ribu sampai Rp1 juta," ujar Suardi.

Namun, permintaan hewan kurban itu menurun akibat adanya penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebab, masyarakat menjadi takut untuk membeli hewan kurban.

"Alhamdulillah hewan kurban yang kami jual sehat, berumur, dan tidak ada yang terkena PMK, serta memiliki sertifikat sehat dari Dinas Pertanian Bandar Lampung," kata Suardi.

Menurut dia, hewan kurban itu diambil dari Pringsewu, Lampung Selatan dan Lampung Tengah.

Sementara itu, pedagang hewan kurban di Jalan Pangeran Emir M. Noer, Telukbetung Utara, Saprudin, mengatakan hewan kurban yang dibawa selalu melalui pengecekan dari adanya indikasi penyakit. "Kalau ada indikasi penyakit tidak akan dibawa ke lapak penjualan," ujarnya.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait