#nft

Penjual Foto KTP di NFT Bisa Dipenjara 10 Tahun

Penjual Foto KTP di NFT Bisa Dipenjara 10 Tahun
NFT. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Penjualan aset digital dalam bentuk Non-Fungible Token (NFT) menjadi ramai usai viral Ghozali Everyday yang untung miliaran rupiah. Ghozali berhasil mengantongi Rp1,5 miliar berkat jualan foto selfie di situs NFT OpenSea. 

Fenomena itu membuat sejumlah orang ramai-ramai menjual foto selfie di situs tersebut. Bedanya, mereka menjual foto selfie bersama foto kartu tanda penduduk (KTP). 

Baca juga: Facebook dan Instagram Berencana Fasilitasi NFT

Dikutip dari Instagram resmi Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, @ccicpolri, salah satu akun OpenSea bernama Indonesian identity card (KTP) collection menjual foto selfie dan KTP warga. Polisi meminta warga tidak menjual foto KTP atau data pribadi sebagai produk NFT. 

"Alih-alih mendapatkan uang, warganet kini justru banyak yang tak mempedulikan kerahasiaan data pribadinya. Bahkan, ada yang sampai menjual data pribadi seperti KTP," dikutip dari @ccicpolri, Rabu, 26 Januari 2022. 

Polri menegaskan menyebarkan foto KTP sama dengan perbuatan melanggar hukum. Data pribadi dalam KTP dilindungi negara melalui Pasal 79 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Di dalamnya berbunyi, petugas dan pengguna dilarang menyebarluaskan data kependudukan yang tidak sesuai dengan kewenangannya.

Menurut Polri, menjual foto selfie dan KTP di NFT bisa disalahgunakan orang tidak bertanggung jawab. Bahkan, orang tersebut tak perlu membeli foto yang dijual di NFT. 

"Dengan melihat sekilas saja pun, orang lain bisa mengetahui data pribadi tanpa perlu membelinya. Niat untuk cuan, nantinya malah jadi korban penipuan," tulis @ccicpolri.

Berdasarkan Pasal 96 dan Pasal 96A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, pihak yang mendistribusikan dokumen kependudukan termasuk dirinya sendiri di media online tanpa hak, dapat diancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait