#umkm#pandemicovid-19#teknologiinformasi

Peningkatan Keterampilan TI Buka Peluang Selamatkan UMKM

( kata)
Peningkatan Keterampilan TI Buka Peluang Selamatkan UMKM
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Dok. Istimewa

Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah diminta segera melakukan terobosan di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menghindari terhentinya aktivitas ekonomi di sektor tersebut di masa pandemi. Bila sektor UMKM terhenti, potensi bertambahnya penduduk miskin sebagai dampak pandemi Covid-19 akan semakin besar.

"Saat ini sektor informal yang mayoritas kelompok UMKM terpukul karena terdampak pandemi. Bila sektor UMKM tidak bergerak, potensi pertambahan angka kemiskinan akan semakin besar," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 16 Juli 2020.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Lestari mengungkapkan, jumlah penduduk miskin Indonesia pada Maret 2020 mencapai 26,42 juta orang. Jumlah tersebut meningkat 1,63 juta orang dari periode September tahun lalu dan naik 1,28 juta orang dari Maret tahun lalu. Jumlah itu diperkirakan terus meningkat sebagai dampak pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Sejujurnya, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, sudah empat bulan wabah Covid-19 berlangsung di Tanah Air, berbagai upaya penanggulangan wabah yang dilakukan pemerintah belum menunjukkan hasil yang efektif. "Kasus masih terus bertambah dan belum bisa ditekan secara maksimal."

Apalagi, ujarnya, disiplin masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak, di banyak daerah masih rendah.

Meski belakangan mobilitas orang tampak membaik, menurut Rerie, aktivitas ekonomi secara umum masih jauh dari pulih. Sebab, pemerintah belum sepenuhnya mengendalikan wabah Covid-19.

Sebagai salah satu solusi, legislator Partai NasDem itu berharap peningkatan aktivitas ekonomi di sektor UMKM bisa segera direalisasikan.

Sebab, pada tahun lalu, sektor UMKM menjadi kontributor penting terhadap produk domestik bruto (PDB). Sepanjang 2019, data Asosiasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Indonesia (Akumindo) mencatat sektor UMKM menyumbang 60 persen PDB.

Pemanfaatan teknologi informasi (TI) yang maksimal di sektor UMKM, menurut Rerie, bisa menjadi salah satu solusi untuk segera menggerakkan kembali sektor UMKM.

Pemerintah, menurut Rerie, bisa mengawali upaya tersebut dengan memberi peningkatan keterampilan dalam penggunaan teknologi informasi kepada segenap lapisan masyarakat, pelaku UMKM, dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di setiap daerah.

Rerie menilai keterampilan terkait teknologi informasi di masa pandemi ini sangat penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk berusaha, tetapi juga untuk mendukung proses belajar jarak jauh dan sejumlah aktivitas lainnya.

"Di saat kita harus menjaga jarak, tetapi juga dituntut memenuhi kebutuhan hidup, penguasaan keterampilan teknologi informasi merupakan jawaban yang bisa segera dimanfaatkan," ujarnya.

Bila para pelaku UMKM segera menerapkan teknologi daring dalam aktivitasnya, Rerie yakin, geliat perekonomian akan meningkat dan jutaan orang bisa diselamatkan dari ancaman kemiskinan di masa pandemi ini.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar