#covid-19#korona

Peningkatan Kasus Varian Baru Covid-19 Harus Jadi Peringatan

Peningkatan Kasus Varian Baru Covid-19 Harus Jadi Peringatan
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Kasus varian baru virus korona di tanah air yang terus meningkat harus menjadi peringatan bagi semua pihak untuk memperbaiki strategi pencegahan penyebaran yang diterapkan.

"Terdeteksinya peningkatan kasus varian baru virus korona ini harus diwaspadai dengan sejumlah perbaikan strategi guna menghindari terulangnya hal serupa di masa datang," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin, 24 Mei 2021.

Data Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan yang disampaikan lewat Youtube Pusdalops BNPB menyebutkan kasus varian korona baru yang termasuk varian of concern (diwaspadai) semakin banyak ditemukan di Indonesia.

Saat ini tercatat 54 kasus, terdiri dari varian Inggris B117, varian Afrika Selatan B1351, dan varian India B1617.1 serta B1617.2.

Ke 54 kasus itu dibawa warga negara asing (WNA) maupun pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari luar negeri.

Rerie, sapaan akrab Lestari, berharap para pemangku kepentingan bisa menjadikan fakta tersebut menjadi dasar untuk mengevaluasi sejumlah langkah pencegahan penyebaran Covid-19 yang diterapkan saat ini.

Pemeriksaan di sejumlah pintu masuk bagi pendatang dari luar negeri seperti di bandara, pelabuhan dan kota-kota perbatasan, harus segera diperbaiki untuk menekan potensi masuknya covid-19 varian baru lebih luas lagi di tanah air.

Apalagi, jelas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, varian baru virus yang ditemukan sebagian besar berasal dari India.

Mutasi covid-19 itu memiliki kemampuan mutasi yang bisa mempengaruhi kemampuan penularan, kepekaan alat tes, tingkat keparahan gejala, hingga kemampuan virus menghindar dari sistem kekebalan tubuh.

Dengan indikasi virus varian baru berpotensi lebih agresif dalam penularan. Sehingga perlu dipersiapkan langkah antisipasi yang mampu mencegah penularan dengan memperketat kebijakan masuknya pendatang dari luar negeri, mempersiapkan sistem kesehatan yang lebih responsif dan antisipatif, antara lain dengan tetap disiplin melengkapi tenaga kesehatan dengan alat pelindung diri yang memadai.

Dia berharap, terpaparnya 42 tenaga kesehatan di Cilacap, Jawa Tengah dengan virus korona B16172, saat memeriksa ABK kapal Hilam Bulker dari India, pekan lalu, tidak terulang lagi.

“Peningkatan kewaspadaan dalam menghadapi ancaman varian baru virus korona harus dilakukan semua pihak, seperti tenaga kesehatan, para pemangku kepentingan dan juga masyarakat dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, sehingga upaya pengendalian Covid-19 dapat semakin baik lagi,” kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait