#advetorial#KITE

Pengusaha Wajib Tahu Cara Dapatkan Fasilitas Ekspor KITE

Pengusaha Wajib Tahu Cara Dapatkan Fasilitas Ekspor KITE
Para pengusaha wajib mengetahui pengertian dan syarat mendapatkan fasilitas ekspor KITE. Tujuannya tentu agar aktivitas perusahaan berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Para pengusaha wajib mengetahui pengertian dan syarat mendapatkan fasilitas ekspor KITE. Tujuannya tentu agar aktivitas perusahaan berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai merupakan pengelola fasilitas penunjang untuk impor dan ekspor.

Hadirnya Corona virus (Covid)-19 membuat banyak sektor global terkena imbas, khususnya sektor ekonomi. Jadi, sebisa mungkin pemerintah berupaya untuk menstabilkan roda ekonomi negara dengan memberikan fasilitas impor dan ekspor. Untuk lebih jelasnya, berikut akan dijabarkan mengenai pengertian dan syarat untuk mendapatkan fasilitas KITE bagi pemilik perusahaan.

Pengertian Fasilitas Ekspor KITE

Banyak yang mungkin akan bertanya, apa yang dimaksud dengan fasilitas ekspor KITE? Fasilitas ini adalah keringanan biaya bea cukai yang dibebankan kepada barang ekspor yang akan diimpor keluar. KITE adalah suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) yang mana pelaksanaannya atau pengelolaannya dilakukan oleh Dirjen Bea dan Cukai.

Pemerintah memiliki rencana untuk mendorong aktivitas ekspor agar ekonomi negara menjadi lebih stabil. Telah diketahui bahwasanya, saat ini perekonomian negara bahkan dunia merosot drastis dan sangat tidak stabil. Hal ini dikarenakan adanya Pandemi Covid-19 yang terus bertambah kasusnya. Jadi, untuk memperbaiki perekonomian pemerintah memberikan fasilitas KITE ini.

Saat ini, pemerintah menawarkan fasilitas ekspor bagi sektor industri yang kecil dan juga menengah. Pemerintah juga memberikan subsidi atau intensif pada sektor industri makanan, karet bahkan furniture yang memang berorientasi pada pasar di mancanegara. Dengan begitu, pemerintah berharap keadaan ekonomi Negara Indonesia akan segera stabil dan membaik.

Syarat Agar Meraih Fasilitas KITE

Umumnya setelah mengetahui pengertian dari fasilitas ini, pasti akan bertanya-tanya bagaimana cara mendapatkan fasilitasnya. Tidak semua pengusaha yang akan mengekspor dapat dengan mudah menggunakan fasilitas ini begitu saja. Berikut ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar bisa mendapatkan fasilitas KITE ini untuk menunjang aktivitas perusahaan:

Memiliki Nomor Induk Perusahaan (NIPER) serta Surat Izin untuk Usaha

Jika ingin mendapatkan fasilitas ekspor, maka harus mempunyai NIPER dan juga SIU alias surat izin usaha. Dirjen Bea dan Cukai tidak akan memberikan fasilitas ini apabila perusahaan tidak memiliki kedua syarat ini. Jadi, kalau ingin mendapatkan fasilitas KITE pengusaha harus memiliki NIPER dan juga SIU. Jangan harap akan mendapatkan fasilitas ini cuma-cuma, karena tidak semua perusahaan bisa mendapatkannya.

Memiliki Bukti Kepemilikan Lokasi/Tempat Produksi

Bagaimana mungkin Dirjen Bea dan Cukai akan menurunkan fasilitas KITE, jika perusahaannya saja tidak mempunyai bukti kepemilikan lokasi alias tempat produksi. Hal ini sangat penting, karena lokasi tersebut digunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang hasil dari produksi yang dilakukan. Jika tidak memiliki bukti yang kuat, maka pengusaha dan perusahaan yang dimiliki tidak akan bisa mendapatkan fasilitas ini.

Memiliki Sistem Informasi IT Inventori sebagai Syarat Fasilitas Ekspor

Jika ingin melakukan ekspor impor barang tentu harus mempunyai koneksi dan jaringan yang luas. Untuk itulah syarat mendapatkan fasilitas ekspor harus memiliki sistem informasi berbasis IT Inventori. Sistem ini nantinya yang akan membantu untuk melakukan pengelolaan barang produksi yang memiliki kaitan dengan berkas kepabeanan. Jadi, Dirjen Bea dan Cukai juga bisa mengakses sistem IT ini.

Itulah ulasan mengenai pengertian dan syarat untuk mendapatkan fasilitas ekspor KITE. Jika ingin mendapatkan fasilitas ini, maka harus memenuhi syarat yang ditentukan. Dengan begitu, kegiatan ekspor dan impor dapat berjalan dengan lancar. Jadi, bisa membantu pemerintah mewujudkan kestabilan ekonomi di era Pandemi seperti saat ini.

Salah satu perusahaan pengekspor produk dalam negeri khusus sarung tangan golf, atau pabrik sarung tangan golf, (golf gloves manufacturer) dan pabrik karung leno (leno mesh bag manufacturer) adalah perusahaan yang membantu meningkatkan lapangan pekerjaan di Indonesia.

Semoga masalah Pandemi Covid19 ini cepat berlalu, dan ekonomi Indonesia cepat kembali pulih.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait