#hotel#restoran

Pengusaha Hotel dan Restoran di Lampung Berharap Kepedulian Pemerintah

Pengusaha Hotel dan Restoran di Lampung Berharap Kepedulian Pemerintah
Sekretaris Pengurus Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD-PHRI) Provinsi Lampung, Friandi Indrawan. IST


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta pemerintah daerah (Pemda) di Lampung memikirkan nasib sekaligus memberikan kompensasi kepada para pelaku usaha hotel dan restoran di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Industri hotel dan restoran paling terdampak kebijakan pengurangan mobilitas warga. Pandemi covid-19 sangat menyengsarakan seluruh sektor pariwisata, terutama sektor kami," ujar Sekretaris PHRI Provinsi Lampung, Friandi Indrawan, Minggu, 15 Agustus 2021. 

Baca: Pelaku Usaha di Kota Bandar Lampung Diimbau Beralih ke OSS Berbasis Risiko

 

Menurutnya, bisnis hotel dan restoran sangat mengandalkan sektor pariwisata. Pendapatan kian anjlok seiring kebijakan PPKM yang diperpanjang. 

"Pada semester lalu tingkat capaian hunian kamar hotel di Provinsi Lampung hanya berada di angka 37,79 persen," ungkapnya. 

PHRI berharap, Pemda berkenan meringankan beban pajak mulai dari PPh, PPn, dan PBB hingga kondisi lebih baik.

"Sampai saat ini belum ada relaksasi. Kami kita masih bayar penuh," terangnya. 

Ia khawatir, jika industri hotel dan restoran tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah maka akan ada banyak pemilik yang memilih untuk menutup tempat usahanya dan merumahkan ribuan pekerja yang ada di dalamnya.

"Memang sampai saat ini belum ada merumahkan karyawan, mereka masih bekerja meski hanya 15 hari dalam 30 hari. Itu lah salah satu cara untuk dapat menghemat," kata dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait