#jalantol#jtts#tolsumatera

Pengurangan Petugas Ambulans Tol Diklaim Hanya Ikuti Regulasi

Pengurangan Petugas Ambulans Tol Diklaim Hanya Ikuti Regulasi
Petugas ambulans tol. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rumah Sakit (RS) Airan Raya membantah adanya pengurangan dan pemberhentian petugas ambulans yang berjaga di ruas tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (Terpeka).

"Kami hanya mengikuti lelang terbuka dan boleh diikuti semua rumah sakit yang diadakan PT Hutama Karya. Kebetulan kami menang baik secara aturan maupun regulasi," kata Humas RS Airan Raya, Noening, di RS Airan Raya, Rabu, 10 November 2021.

Ia menjelaskan, kontrak antara RS dan PT Hutama Karya menjadi yang kedua guna penyediaan jasa para medis dan pembantu para medis (driver).

"Di tahun pertama kami ikuti prosedur menyediakan nakes dan driver, ternyata saat ikut lelang kedua disebutkan dalam kontrak itu jasa pembantu para medis (driver) tidak dicantumkan," kata dia.

Menurut Noening, dalam kontrak hanya disebutkan penyediaan jasa para medis yang dibutuhkan hanya 32 petugas, obat-obatan, barang habis pakai dan alat kesehatan. "Kami dan RS lain patuh terhadap aturan yang disampaikan perusahaan yang menaungi," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya menyelesaikan kontrak hingga waktu yang ditentukan. "Jadi kami sama sekali tidak memutus atau memberhentikan, tapi selesai kontrak satu tahun yang berakhir pada 12 November 2021," kata dia.

Namun, jika pengelola tol membutuhkan pembantu para medis dalam kontrak kerja sama, maka akan kami siapkan pula.

“Jika di tahun pertama dalam kontrak total ada 64 petugas , yaitu 32 nakes dan 32 pembantu nakes dan di tahun kedua permintaan perusahaan hanya kontrak petugas medis saja yang berjumlah 32 orang,” ujarnya.

Menurutnya, 32 nakes di tol itu juga ditugaskan untuk 8 ambulans secara bergantian dan tak ada pengurangan layanan meskipun para pembantu tenaga medis selesai masa kontrak.

“Namun, sesuai kontrak yang berlaku para driver yang selesai masa kontraknya akan di back up unit lain melalui perusahaan yang menaungi dan bukan kewenangan RS Airan Raya,” kata dia.

Sebab, pihaknya hanya bersifat berkoordinasi dan tidak boleh mengajukan apapun yang berfokus melayani pengguna jalan yang kecelakaan.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait