#BaksoSony#bukaLagi#HargaNaik

Pengunjung Kaget Harga Bakso Sony Naik Jadi Rp22 Ribu

Pengunjung Kaget Harga Bakso Sony Naik Jadi Rp22 Ribu
Pelanggan bakso Sony mulai ramai di gerai Wolter Mongonsidi. Namun, banyak yang kaget karena harganya naik jadi Rp22 ribu/mangkok. (Foto:MTVL/Putri Purnama)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Sejumlah gerai Bakso Lampung yang sempat ditutup oleh Tim Pengawasan Pengendalian Pemeriksaan Pajak Daerah (TP4D) Bandar Lampung, sejak Rabu, 13 Oktober 2021, telah dibuka kembali, dan masyaraka mulai banyak yang mendatangi untuk menikmati kudapan tersebut.

Salah satunya di gerai yang terletak di Jl. Wolter Mongonsidi, Tanjungkarang Pusat Bandar Lampung.  Puluhan pelanggan datang, ada yang makan di tempat bersama keluarga, ada juga yang datang hanya untuk membeli produk frozen food yang tak kalah terkenalnya itu.

Salah satu pelanggan asal Rajabasa, Sinta mengatakan cukup rindu dengan rasa kuah bakso yang sangat khas. Ia mengetahui gerai bakso telah dibuka dari media sosial.

“Setelah tiga bulan, akhirnya bisa makan sony lagi. Rasanya beda dari bakso lainnya, dan lega juga akhirnya nggak jadi tutup selamanya,” kata dia saat menunggu pesanan, Kamis, 14 Oktober 2021.

Namun, Ia cukup terkejut saat melihat harga baru yang ditetapkan. Untuk semangkuk bakso polos, harganya naik menjadi Rp20 ribu belum termasuk pajak (PPN) 10 persen. 

“Sebelumnya satu porsi Rp18 ribu, itu sudah sama pajak. Kalau sekarang jadinya Rp22 ribu,” ujarnya. 

Seorang pelanggan lainnya juga mengaku senang atas dibukanya kembali seluruh gerai bakso sony. Selain itu, Ia yang juga membuka jastip (jasa titip) pengiriman bakso sony ke luar kota mengaku mulai kebanjiran pesanan.

“Kemarin libur jastipnya, sekarang bisa mulai lagi. Biasanya kalau pulang kampung ke Palembang saya banyak jastipan,” ujar Peter.

Pantauan Lampost.co di meja kasir, tertulis dua jalur pembayaran. Sebelah kiri tertulis ‘pembayaran untuk makanan yang disaji & dibungkus’ dan sebelah kanan tertulis ‘pembayaran untuk produk frozen food beku’.

Sementara pihak manajemen menolak untuk ditemui karena menganggap seluruh permasalahan telah diselesaikan. Hanya ada satu karyawan dengan name tag betuliskan Rendi yang bersedia menjawab pertanyaan dengan singkat.

Rendi mengatakan bahwa selama gerai tempatnya bekerja ditutup, ia memilih untuk pulang ke kampung halamannya. Mengenai gaji, Ia mengaku tak dibayar selama libur.

“Saya tadinya di gerai Pramuka, mulai hari ini di sini (wolter mongonsidi). Saya pulkam dan nggak gajian,” kata dia.

 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait