#radikalisme#diskusi#beritalampung

Penguatan Ideologi Bangsa Melalui Institusi Pendidikan

Penguatan Ideologi Bangsa Melalui Institusi Pendidikan
Monitoring Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung di Hotel Batiqa Lampung, Sabtu (22/6/2019). (Foto:Dok.)


BANDAR LAMPUNG (Lampung.co)--Cegah radikalisme lewat pendidikan perlu dioptimalkan oleh semua pihak untuk terus memupuk semangat persatuan dan kesatuan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Monitoring Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung di Hotel Batiqa Lampung, Sabtu (22/6/2019).

Menanggapi Kajian BNPT tersebut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Univeritas Lampung, Karomani memandang perlu penguatan ideologi bangsa di setiap satuan pendidikan.

Ia tidak mengatakan Lampung zona  merah tapi itu hasil BNPT dan itu pun harus diklarifikasi dan dalami. Dirinya tidak menuduh siapapun dan daerah manapun atau lembaga manapun karena ia tak pernah meneliti hal itu lebih detail.

"Saya tidak mengatakan sekolah mana, itu urusan BIN dan para peneliti yang mengkaji soal itu. Demikian juga soal kampus kita tidak menuduh kampus mana yang sudah terpapar radikalisme. Dan ingat soal radikalisme itu jangan dikaitkan dengan agama Islam atau umat Islam semata mata  tapi ada hampir di semua agama," katanya.

Ia menceritakan hasil kajian  BIN, dan Setara Institute misalnya menunjukkan bahwa di satuan pendidikan tertentu atau sekolah tertentu ditenggarai ada indikasi terpapar radikalisme. Penembakan terhadap umat Islam yang sedang salat di masjid di New Zealand dan pengusiran umat Islam di Rohingya ada indikasi itu semua terkait dengan radikalisme dan terorisme. Bahkan teroris besar di dunia terindikasi adalah Israel sebetulnya," katanya. 

"Jadi kita harus adil memandang soal radikalisme dan terorisme ini jangan diidentikkan dengan agama tertentu. Kemudian soal masjid Unila informasi dari rektor justru kita sedang kolaborasi untuk menjadi bagian tak terpisahkan dari Unila dan kita ingin sama sama berpikir untuk menyelesaikan pembangunan masjid tersebut.Masjid Unila milik semua warga dan umat," katanya. 
 

EDITOR

Triyadi Isworo

loading...




Komentar


Berita Terkait