#omicron#lampung#covid-19

Pengiriman Spesimen Virus ke Puslitbang Kementerian Kesehatan untuk Deteksi Dini Mutasi

Pengiriman Spesimen Virus ke Puslitbang Kementerian Kesehatan untuk Deteksi Dini Mutasi
Ilustrasi - Covid-19 varian Omicron. Antara/Pavlo Gonchar


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penemuan Omicron sebagai mutasi terbaru dari covid-19 menjadi kekhawatiran baru. Pemerintah terus melakukan pengiriman sampel spesimen virus ke Puslitbang Kementerian Kesehatan (Kemkes) sebagai deteksi dini mutasi.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana mengaku pengiriman sampel dilakukan secara rutim selama pandemi. Hal itu untuk mendeteksi keberadaan mutasi virus sehingga tidak menyebar.

"Dari sampel yang dikirim belum ditemukan mutasi virus di Lampung," ungkapnya, melalui telepon, Kamis, 2 Desember 2021.

Baca juga: Omicron 5 Kali Lebih Menular Dibanding Delta

Reihana menjelaskan, sampel yang dikirim berasal dari pasien yang telah menerima vaksin dan masih terkonfirmasi positif covid-19. Selain itu, sampel lainnya berasal dari pasien dengan gejala klinis korona namun hasil PCR negatif.

Kemudian, sampel juga diambil dari para pekerja migran yang baru pulang dari luar negeri. Sebab, jelasnya, mutasi virus covid-19 yang ada saat ini berasal dari luar negeri.

"Pengiriman sampel terus dilakukan untuk mencegah masuknya virus yang telah bermutasi ke Indonesia," jelas Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Lampung itu.

Meski belum ditemukan, ia mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai terjadi lonjakan kasus Covid-19 seperti pada bulan Agustus lalu. Sebab, meski kasus baru saat ini rendah, hal itu masih berpotensi terjadi peningkatan kasus.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait