#pelabuhanbakauheni

Pengiriman Ratusan Ekor Domba Ilegal Asal Langkat Digagalkan di Bakauheni

Pengiriman Ratusan Ekor Domba Ilegal Asal Langkat Digagalkan di Bakauheni
Karantina Pertanian Lampung menahan 180 ekor domba asal Langkat, Sumatera Utara, yang akan dibawa menuju Pulau Jawa, Jumat dini hari, 9 September 2022. Ternak tersebut dibawa menggunakan truk dengan bak tertutup. Dok Karantina


Kalianda (Lampost.co) -- Karantina Pertanian Lampung menahan 180 ekor domba asal Langkat, Sumatera Utara, yang akan dibawa menuju Pulau Jawa, Jumat dini hari, 9 September 2022. Ternak tersebut dibawa menggunakan truk dengan bak tertutup.

Namun, pengiriman tersebut ternyata tidak dilengkapi dengan dokumen kesehatan dari daerah asal. Hal itu membuat pengiriman menjadi gagal karena ditahan petugas yang tengah patroli. Saat hendak masuk ke pelabuhan, truk pembawa ternak tersebut dihadang petugas dan diperiksa.

“Dengan demikian, petugas pun menggiring truk bersama dombanya ke Kantor Karantina Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni untuk proses lebih lanjut,” kata Subkoordinator Karantina Hewan, Karantina Pertanian Lampung, Akhir Santoso.

Dia mencatat pihaknya telah menahan pengiriman ribuan ternak dalam beberapa waktu terakhir. Terdiri dari 3.999 ekor sapi, kerbau, kambing, dan domba dari 31 kali penangkapan. Kemudian sekali tangkapan komoditas kulit kambing 1.500 Kg dan produk olahan susu 2.141 Kg.

Menurutnya, pemenuhan persyaratan lalu lintas HRP harus sesuai dengan SE Satgas Penanggulangan PMK No.5 tahun 2022. Aturan itu mengatur pemenuhan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), surat pernyataan hewan akan langsung dipotong, telah melalui masa karantina 14 hari, ternak berasal dari peternakan yang menerapkan biosecurity ketat, serta memiliki hasil pemeriksaan laboratorium terhadap penyakit PMK dengan metode ELISA atau PCR.

"Kasus ini akan segera diproses sesuai peraturan yang berlaku untuk memberikan efek jera pelakunya," kata Subkoordinator Pengawasan dan Penindakan, Karantina Pertanian Lampung, Karman.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait