#APD#Pilkada#Covid19

Pengiriman Mepet dan Buru-buru Jadikan APD Rawan Rusak

Pengiriman Mepet dan Buru-buru Jadikan APD Rawan Rusak
Ilustrasi: Medcom


Jakarta (Lampost.co): Anggota Ombudsman Adrianus Meliala khawatir terdapat kerusakan alat pelindung diri (APD) yang distribusikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah. Pasalnya distribusi dilakukan dalam jangka waktu sempit menjelang pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.
 
"Semua barang yang digeser secara cepat (berpotensi) ada yang rusak, ada yang salah sasaran," ujar Adrianus dalam konferensi pers secara virtual, Rabu, 2 Desember 2020.
 
Dia menyebut proses distribusi APD di 22 dari 31 KPU daerah yang dilakukan investigasi mengalami keterlambatan. Sebab, distribusi APD paling lambat diterima KPPS pada hari ini.

"Sesuai dengan surat keputusan (SK) KPU seharusnya hari ini barang sudah sampai semuanya, bukan masih ada di gudang KPUD," tuturnya.
  
KPU diminta mempercepat penyaluran APD. Sehingga, APD dapat digunakan secara tepat oleh KPPS saat jalannya proses demokrasi.
 
Dia menekankan Ombudsman akan kembali melakukan investigasi ke sejumlah daerah pada hari pemungutan dan penghitungan suara. Ketidaktersediaan APD dapat menimbulkan malaadministrasi.
 
"Sesuai tugas pokok dan fungsi Ombudsman, kami adalah lembaga yang mengingatkan, lembaga yang sejak awal memberikan wanti-wanti agar hal yang kami potret ini segera dipenuhi," ucap dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait