#penyelundupanhewan#pelabuhanbakauheni

Pengirim Ilegal Ternak Antarpulau Diancam 2 Tahun Penjara

Pengirim Ilegal Ternak Antarpulau Diancam 2 Tahun Penjara
Penyelundupan hewan ternak. Ilustrasi/Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengiriman ternak tidak sesuai persyaratan kesehatan di temgah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kian marak. Padahal, hal tersebut disebut tindakan melanggar hukum dengan ancaman hukuman dua tahun penjara.

Subkoordinator Karantina Hewan, Pertanian Lampung, Akhir Santoso, menjelaskan oknum yang berusaha membawa ternak keluar pulau tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan hewan berisiko membawa penyakit.

"Selain itu berdampak pada kondisi ternaknya akibat dari tidak menerapkan aspek kesejahteraan hewan saat pengangkutan dan melanggar hukum," ujar Akhir, Selasa, 13 September 2022.

Baca juga: Pengiriman Ratusan Ekor Domba Ilegal Asal Langkat Digagalkan di Bakauheni

Dia mengatakan, berbagai upaya dilakukan pihaknya dalam menghalau berbagai bentuk pengiriman ternak secara ilegal tersebut. 

"Sosialisasi, koordinasi antar instansi dan pengetatan pengawasan melalui operasi patuh karantina dilakukan secara rutin," ungkapnya.

Ia menegaskan, perbuatan pelaku tersebut melanggar UU Nomor 21 Tahun 2022 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Pada pasal 88 huruf a dan c menyebutkan setiap orang yang akan memasukan atau mengeluarkan media pembawa yang tidak melengkapi sertifikat kesehatan dari tempat pengeluaran serta tidak melaporkan atau tidak menyerahkan media pembawa kepada Pejabat Karantina di tempat pemasukan dan pengeluaran, maka dikenakan pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar.

"Diharapkan itu dapat memberikan efek jera para pelaku dan dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga ternak dari penyebaran penyakit yang sangat merugikan ekonomi peternakan," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait