#PREMAN#KRIMINAL

Penghuni Indekos Babak Belur Dihajar Belasan Preman

Penghuni Indekos Babak Belur Dihajar Belasan Preman
Polisi saat mendatangi korban yang terbaring di rumah sakit. Ist


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seorang pemuda berinisial SW (22) menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh belasan orang preman di kamar indekos, Telukbetung Utara. Akibatnya korban dilarikan ke rumah sakit karena babak belur.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi , pada Jumat, 30 September 2022, malam. Saat itu korban sedang berada di dalam kamarnya lantai dua, tiba-tiba dihampiri oleh belasan orang pria tidak dikenal. Salah seorang pelaku kemudian mendobrak pintu kamar indekos yang dihuni oleh korban.

Korban yang terkejut, kemudian membuka pintu kamarnya dan menanyakan perihal maksud tujuan belasan pelaku ada yang memakai tato datang ke kamar indekosnya.

Bukannya menjawab pertanyaan korban, para pelaku justru menarik kerah baju dan memukuli korban di bagian wajah, tangan, dan tubuh lainnya hingga memar dan terluka.

Tak hanya itu, korban sempat terjatuh dari tangga lantai dua dan kembali dianiaya belasan orang pria tersebut.  Peristiwa itu sempat diketahui penghuni kamar indekos lainnya.

Namun saat akan dilerai, para pelaku justru meneriaki korban sebagai seorang pencuri. Bahkan untuk meyakinkan penghuni kamar indekos lainnya, kedua tangan korban diikat dengan sebuah borgol besi.

Menurut salah seorang warga sekitar yang menyaksikan peristiwa itu, Andi mengatakan, belasan orang pria itu datang dengan menggunakan sepeda motor, berbadan tubuh sedang.

"Dengar suara gaduh, kami mendekat ke kamar indekos itu. Saya pikir beneran ada maling. Saya lihat memang dia (korban) sedang dipukuli oleh sekitar belasan orang," kata dia, Minggu, 2 Oktober 2022.

Korban dalam kondisi terluka dan lemah kemudian dibawa para pelaku dengan menggunakan sepeda motor. "Rame bener yang memukuli. Gak tau dibawa kemana, katanya mau diserahin sama polisi. Ya mereka pergi aja rame-rame bawa motor entah kemana," ujarnya.

Kemudian, korban diselamatkan oleh pengemudi ojek online dan warga sekitar yang kebetulan melintas di Kawasan Jalan Basuki Rahmat, Telukbetung Selatan karena melihat korban terkapar dan lemas.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit A Dadi Tjokrodipo, dengan kondisi luka cukup serius serta kedua tangan diborgol.

Menurut korban, setelah membawa dirinya keluar dari kamar indekos dengan menggunakan sepeda motor, para pelaku yang berjumlah sekitar dua belas orang itu kembali melakukan penganiayaan. Bahkan salah seorang pelaku memukul kepala korban dengan menggunakan sebuah botol hingga terpecah.

Tidak puas sampai di situ, salah satu pelaku juga menusuk bagian dada korban dengan menggunakan pecahan botol tersebut. Korban yang sudah tak berdaya kemudian pasrah dianiaya pelaku berulang kali dengan helm dan batu oleh para pelaku.

"Saya gak kenal siapa pelakunya itu. Mereka semua pake helm pas dateng ke kosan. Cuma waktu di pukuli lagi di jalan, saya ada yang ciren salah satu pelaku," kata dia.

Petugas Kepolisian Polresta Bandar Lampung yang mendapat informasi perihal peristiwa itu, kemudian mendatangi korban yang sedang di rawat di ruang IGD Rumah Sakit Kota A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung.

"Borgolnya dibantu dilepas sama polisi. Saya juga diminta keterangan awal tentang kejadian itu. Ya saya ceritain semua sama bapak polisinya," kata dia.

Korban kemudian melapor ke Polresta Bandar Lampung dengan bukti laporan bernomor LP/B/2356/IX/2022/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG. "Saat ini saya sedang di rumah, sakitnya masih terasa,” kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait