#pasarmodal#saham

Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp136,9 Triliun

Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp136,9 Triliun
Pasar modal. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal hingga 24 Agustus 2021 mencapai Rp136,9 triliun. Angka itu meningkat dua kali lipat atau naik 199 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kondisi pasar modal Indonesia masih bergantung pada upaya penanganan covid-19. Meski demikian, OJK menilai pelaku pasar cukup siap dalam merespons hal tersebut sehingga tidak terjadi gejolak sebagaimana di 2020," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen dalam siaran persnya, Minggu, 29 Agustus 2021.

Hoesen mengungkapkan meredanya gejolak pasar keuangan pada tahun ini tercermin pada masih bergeraknya sideways dengan tren indeks harga saham gabungan (IHSG) yang masih bertahan di level 6.000 dan masih menunjukkan penguatan seiring dengan pemulihan ekonomi nasional.

"OJK senantiasa bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah dan stakeholders lainnya untuk terus menjaga stabilitas dan volatilitas pasar modal Indonesia," tegas Hoesen.

Sepanjang 2021 sampai 24 Agustus 2021 OJK mengeluarkan surat pernyataan efektif atas pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum untuk 97 emisi yang terdiri dari 26 penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan nilai Rp28,6 triliun.

Kemudian 19 penawaran umum terbatas (PUT) yang mencapai Rp52,6 triliun. Lalu tiga efek bersifat utang dan atau sukuk (EBUS) senilai Rp4,5 triliun, 18 penawaran umum berkelanjutan (PUB) I senilai Rp15,5 triliun, serta 31 PUB II senilai Rp35,7 triliun.

"Sehingga total keseluruhan nilai hasil penawaran umum sebesar Rp136,9 triliun. Dari 97 kegiatan emisi tersebut, 28 di antaranya adalah emiten baru," pungkas Hoesen.

 

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait