#Pendidikan#PenghapusanPancasila

Penghapusan Pendidikan Pancasila dalam Kurikulum Wajib Dinilai Berbahaya

Penghapusan Pendidikan Pancasila dalam Kurikulum Wajib Dinilai Berbahaya
Ryki Setiawan, Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan HMI Cabang Bandar Lampung. (Dok. Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah diharap merevisi Standar Nasional Pendidikan 2021. Penghapusan Pendidikan Pancasila sebagai kurikulum wajib untuk jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi dinilai berbahaya.

"Standar Nasional Pendidikan tahun 2021 tidak meenyertakan Pendidikan Pancasila sebagai kurikulum wajib. Ini merupakan tindakan berbahaya," ujar pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung, Ryki Setiawan, Minggu, 18 April 2021.

Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan HMI Bandar Lampung itu mengatakan Pendidikan Pancasila suatu pilar untuk membentuk moral, etika, dan karakter anak bangsa. Mata pelajaran ini juga penting guna mewujudkan kesatuan persatuan untuk cinta terhadap Tanah Air.

"Hal ini sangat membahayakan masa depan bangsa Indonesia. Kami meminta pemerintah segera merevisi PP 57/2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan dengan mengembalikan Pendidikan Pancasila sebagai kurikulum wajib bagi pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Demi Indonesia yang aman dan kondusif," ungkapnya.

Ia mengkhawatirkan penghapusan itu berpotensi memberi peluang masuknya paham-paham komunisme dan radikalisme terutama bagi generasi muda Indonesia di masa mendatang. Serta, hal ini juga dapat memendam Pancasila sebagai ideologi bangsa.

"PP57/2021 tersebut juga bertentangan dengan peraturan di atasnya yakni UU No.12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, Pasal 35 ayat 3. Jelas disebutkan kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat mata kuliah Pendidikan Pancasila," kata dia.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait