#beritalampung#pln#listrik

Penggunaan Listrik Meningkat 8,86% Tiap Tahun, Lampung Alami Defisit 500 MW

Penggunaan Listrik Meningkat 8,86% Tiap Tahun, Lampung Alami Defisit 500 MW
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi. Dok/Humas Pemprov Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung mencatat jika pada tahun 2022 wilayah Lampung masih membutuhkan tambahan tenaga listrik untuk menunjang kelistrikan yang tersebar di 15 kabupaten/ kota. 

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi mengatakan jika kebutuhan listrik di Provinsi Lampung diprediksi mengalami peningkatan sebesar 8,86 persen per tahun. 

"Persentase tersebut seiring dengan semakin banyaknya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah," kata Kusnardi saat sosialisasi pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Gumawang-Lampung 1, Rabu, 31 Agustus 2022.

Baca juga: Izin Usaha 15 Perusahaan Tambang Batu di Lamsel Habis

Tercatat, saat ini listrik di Lampung pada beban puncak sudah mencapai 1.200 megawatt (MW), sementara untuk jaringan yang tersedia baru sanggup menyuplai sebesar 700 MW sehingga untuk tahun 2022 ini masih defisit sebesar 500 MW.

"Adapun Lampung mengalami defisit pasokan listrik dipengaruhi oleh sedikitnya jumlah pembangkit yang membuat jalur backbone subsistem Sumatera Selatan - subsistem Lampung sehingga mengalami pembebanan yang besar," kata dia. 

Pihaknya pun terus mendorong agar ada penambahan jaringan listrik. "Karena dengan adanya penambahan infrastruktur interkoneksi jaringan listrik Gumawang Sumatera Selatan - Lampung menjadi 1.500 MW, maka bisa dua kali lipat lebih dari ketersediaan yang ada," ujar dia.

Ia menerangkan jika jaringan SUTET yang akan dibangun berlokasi di lima kabupaten dan akan melewati 13 kecamatan serta 39 desa. Meliputi Kabupaten Tulangbawang 1 kecamatan di 1 desa, Kabupaten Lampung Tengah 3 kecamatan di 19 desa dan di Kabupaten Pesawaran yang akan melewati 1 kecamatan di 2 desa, Kabupaten Mesuji 1 kecamatan di 4 desa, Kabupaten Tulangbawang Barat 5 kecamatan di 13 desa.

"Dari hal ini diharapan kondisi kelistrikan di Lampung menjadi lebih andal dan stabil guna dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan menunjang aktivitas di berbagai sektor," kata dia.

Sementara itu Asisten Manager Komunikasi PT PLN UIP Sumbagsel Dimas Kriesta Wijaya mengatakan jika pembangunan SUTET tersebut akan memperkuat pasokan listrik dan memperkuat kehandalan sistem kelistrikan di Lampung.

"Jadi Gumawang Lampung 1 ini juga masuk ke dalam satu rangkaian sistem kelistrikan yang terkoneksi dengan tol listrik 275 kV. Jadi dia akan memperkuat kehandalan dan pasokan listrik serta kualitas pasokan listrik di Lampung," katanya.

Nantinya SUTET didorong akan mendukung pembangunan di Lampung seperti Bakauheni Harbor City, Rumah Sakit Internasional hingga Kawasan Industri Maritim.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait