#perundungan#perlindungananak

Penggunaan Jilbab di Sekolah Hak Pribadi Siswi

Penggunaan Jilbab di Sekolah Hak Pribadi Siswi
Perundungan. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemakaian jilbab bagi siswi yang beragama muslim di lingkungan sekolah dinilai menjadi hak pribadi tanpa adanya paksaan dari orang lain.

Akademisi pendidikan dari Universitas Lampung (Unila), Prof Undang Rosidin, mengatakan penggunaan jilbab menjadi bagian dari seragam sekolah harus diserahkan secara pribadi.

"Itu menyangkut hak pribadi siswa. Saya kira tidak boleh ada pelarangan karena itu hak asasi manusia harus dihargai. Kalau siswa mau pakai (jilbab) itu haknya, yang penting menggunakan atas kesadaran tidak ada keterpaksaan atau desakan," ujar Prof Undang, Rabu 16 November 2022.

Dia menilai perilaku perundungan yang dilakukan guru terhadap siswi di Sragen sebagai sikap kurang baik.

"Sangat prihatin kalau bully dilakukan guru karena persoalan yang terjadi diantara siswa saja rumit penyelesaiannya," kata dia.

Untuk itu, perlu ada klarifikasi terlebih dulu terkait motif perundungan itu.

"Kalau memang terbukti mem-bully siswa harus diberikan sanksi tegas karena takut ke depannya bisa menjadi contoh buruk bagi siswa," katanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Tommy Efra Handarta, mengatakan tidak terdapat kasus perundungan dari guru ke siswa di Lampung selama ini.

"Alhamdulillah di Lampung tidak ada. Itu (penggunaan jilbab) kembali pada masing-masing karena tidak ada paksaan dalam beragama," ujar Tommy.

Dia menegaskan sikap toleransi sewajarnya diterapkan seluruh masyarakat hingga di sekolah. Toleransi dalam beragama harus dilakukan. Sebab, Undang-Undang diamanatkan tentang kebebasan dalam beragama. “Bangsa Indonesia ini terkenal karena sikap toleransinya. Itu menjadi kultur dan kebudayaan jangan sampai rusak," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait