#pialaadipura#kebersihan

Penggunaan Armada Rongsok Jadi Kendala Sabet Adipura

Penggunaan Armada Rongsok Jadi Kendala Sabet Adipura
Armada pengangkut sampah milik DLH Bandar Lampung yang sudah tidak layak beroperasi. Lampost.co/MTVL/Putri


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Walhi Lampung menyebut hampir seluruh armada kebersihan milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung rudak. Hal itu menjadi salah satu kendala selama puluhan tahun Piala Adipura tak mampir ke Kota Tapis Berseri. 

Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, mengatakan Bandar Lampung tercatat pernah meraih penghargaan Adipura sebanyak empat kali, yakni pada 1995, 1996, 1998, dan terakhir 2009. 

“Salah satu penilaian dalam Adipura ialah pengelolaan sampah dan kita tahu sampai dengan saat ini pengelolaan sampah di Bandar Lampung masih jauh dari maksimal. Jadi wajar saja jika Adipura tidak didapatkan,” kata dia kepada Lampost.co, Rabu, 9 Juni 2021.

Sejak 2009, Ibukota Provinsi Lampung itu tidak pernah mendapatkan prestasi unggul kebersihan kota hingga saat ini. Bahkan, pada penilaian program Adipura periode 2017-2018, Bandar Lampung masuk daftar kota terkotor untuk kategori kota besar oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Salah satu masalah terbesar saat ini adalah armada-armada yang masih dioperasionalkan meskipun dengan keadaan yang sudak tak layak jalan. Bak bolong-bolong hingga aroma busuknya mengganggu pengguna jalan terutama pengendara roda dua,” kata dia.

Irfan mengatakan perlu adanya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemkot Bandar Lampung untuk mengatasi permasalahan yang sudah terjadi lebih dari satu dekade ini.

“Wali Kota saat ini sudah bagus, normalisasi sungai juga sudah digencarkan. Tapi juga harus memikirkan nasib armada-armada usang yang seharusnya sudah mulai diganti atau diperbaiki,” ujarnya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait