#GAJAH#LAMPUNGBARAT

Penggiringan Rombongan Gajah di Lambar Berjalan Alot

Penggiringan Rombongan Gajah di Lambar Berjalan Alot
Penggiringan terhadap 18 ekor gajah liar yang digelar tim satgas penanggulangan dari titik awal tepatnya di sekitar kawasan danau asam dan keramikan Pekon Sukamarga, Suoh, Lampung Barat, Rabu, 7 September 2022. (Foto: Istimewa)


Liwa (Lampost.co) -- Penggiringan terhadap 18 ekor gajah liar yang digelar tim satgas penanggulangan dari titik awal tepatnya di sekitar kawasan danau asam dan keramikan Pekon Sukamarga, Suoh, Lampung Barat, berjalan alot.

Pasalnya, setelah penggiringan mencapai satu kilometer, rombongan gajah tersebut terpecah menjadi dua bagian. Di mana 11 ekor telah naik ke arah gunung emas atau hutan bambu. Sementara 7 ekor lainnya masih di bawah tepatnya di pasir kuning jalur keramikan yaitu tertinggal sejauh 3km dari rombongan lainnya. 

"Saat penggiringan, kami sempat terkecoh karena rombongan gajah itu ternyata pergi dengan membuat jalur baru yaitu tidak melewati lintasan biasanya. Bahkan, rombongan gajah itu sempat terpecah menjadi dua yang membuat kami kesulitan," kata Kepala TNBBS Resort Suoh, Sulki, melalui keterangan tertulis, Rabu, 7 September 2022. 

Akibatnya, satgas penggiring yang dibantu warga itu terpaksa mengambil langkah dengan cara berbagi tugas. Sebagian satgas langsung berbagi tugas, sebagian menggiring dan memblokade yang masih dibawah, dan sebagian lainnya menggiring dan memblokade rombongan yang sudah naik ke atas. Blokade itu dilakukan agar kawanan gajah itu tidak keluar dari jalur lintas menuju kawasan yang dituju.

Setelah empat jam rombongan gajah itu terpecah dan dengan menggunakan mercon dan bunyi-bunyian, tujuh ekor gajah yang awalnya tertinggal akhirnya menyusul dan bergabung dengan 11 gajah lainnya di hutan bambu, tepatnya sekitar empat kilometer dari titik awal penggiringan.

Setelah 18 gajah itu telah berkumpul di sekitaran hutan bambu gunung emas tersebut dan tim satgas pulang untuk beristirahat. Upaya penggiringan akan dilanjutkan esok.

"Mudah-mudahan malam ini rombongan gajah itu tidak turun lagi. Di lokasi itu juga banyak bambu, bambu muda biasanya bisa menjadi sumber makananya," ujar Sulki.

Di sisi lain, anggota DPRD Lampung Barat yang ikut menggiring rombongan gajah,  Sugeng Hari Kinaryo Adi, mengaku penggiringan gajah hari ini cukup melelahkan. Karena gajahnya sangat agresif dan kondisi jalan yang dilintasi juga banyak tebing. 

Kini, rombongan gajah itu berada di sekitar hutan bambu. Sementara lokasi sasaran penggiringan yang dituju agar rombongan gajah itu lebih menjauh dari perbatasan yaitu mencapai 10 km.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait