#sanitasi#penghargaan

Penggerak Sanitasi Asal Lampung Raih Penghargaan

Penggerak Sanitasi Asal Lampung Raih Penghargaan
Ketua Youth with Sanitation Concern (YSC) Lampung, Khorik Istiana raih penghargaan Ton Schouten Award Wash Storytelling 2021. (dok)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ketua Youth with Sanitation Concern (YSC) Lampung, Khorik Istiana meraih penghargaan Ton Schouten Award Wash Storytelling 2021 for WASH Storytelling 2021.

Sanitasi bukanlah isu yang seksi, bahkan terkadang tabu untuk dibicarakan. Sejak tahun 2018, Khorik Istiana (26) bersama dengan komunitasnya Youth with Sanitation Concern (YSC) menjadikan isu sanitasi mudah diterima milenial melalui pendekatan yang kreatif. Hal ini membawanya meraih penghargaan Ton Schouten Award Wash Storytelling 2021.

Berdasarkan rilis yang diterima Lampost.co, Ton Schouten Award Wash Storytelling 2021 merupakan penghargaan tahunan untuk komunikator muda yang menyuarakan isu air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. IRC, organisasi nirlaba internasional yang berdiri sejak 1968 berpusat di Belanda, telah menyelenggarakan Ton Schouten Award untuk WASH Storytelling sejak 2017.

“Saya sangat senang dan merasa terhormat meraih penghargaan ini. Ini menjadi pemicu bagi saya untuk lebih baik lagi menyuarakan isu sanitasi di masyarakat, khususnya kepada kaum muda,” ungkap Khorik.

Khorik berterimakasih kepada IRC yang telah memilihnya menerima penghargaan ini. SNV Netherland Development Organization yang telah mendukungnya dan mendampingi YSC. “Dan untuk semua anggota YSC yang saya cintai dan banggakan, tanpa kalian, semua ini tidak akan terjadi,” tambahnya.

Jane Nabunnya Mulumba, Liduin Schouten, Nick Burn dan Dave Trouba selaku panitia seleksi pun menyampaikan melalui publikasi resminya di https://www.ircwash.org/news/meet-khorik-winner-2021-ton-schouten-award?s=08. Sanitasi sering kali dianggap tabu atau kurang trendi sebagai topik pembicaraan yang menarik sehingga perlu dihadirkan secara kreatif untuk menarik dan menggerakkan masyarakat, khususnya anak muda. Kelompok pemuda sering kali dikucilkan secara sosial, terutama di WASH, tetapi upaya Khorik dan teman-temannya untuk melibatkan mereka dalam percakapan tentang sanitasi yang dikelola dengan aman patut dipuji.

“Khorik memiliki semangat dalam mengekspresikan tentang urgensi dan pentingnya masalah sanitasi yang muncul, di soroti dengan jelas dan dikomunikasikan dengan cara yang sangat orisinal,” ujar panitia seleksi melalui publikasi resminya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait